Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Agustus, 2015

deea Jin, telah saya ceritakan garis besar kehidupan saya yang tampaknya lebih banyak jalan berliku dan kisah sedihnya ketimbang kisah manisnya. Menurut bapak adakah keadilan dalam dunia ini?

Dee, sebelum menjawabnya, saya ingin bertanya dulu, apa yang Dee maksudkan dengan keadilan? Apakah kriteria adil itu? Adil menurut siapa? Ada ungkapan dalam hukum :

Summum jus, summa injuria – Keadilan yang tertinggi adalah ketidak-adilan yang terbesar.

Maksudnya penuntutan penegakan hukum yang paling ketat justru berpotensi untuk membawa ketidak-adilan terbesar pada pihak lain, yang berarti menciderai keadilan itu sendiri.

Ketika kita mengatakan, ‘ Ini tidak adil buatku. Aku menuntut keadilan.’ Kita harus yakin dengan arti dan batasan-batasan dari keadilan itu, jangan adil hanya menurut kita saja tapi tidak adil menurut orang lain. (lebih…)

Read Full Post »

Catatan sangmusafirDalam bahasa Yunani, ada dua kata yang digunakan untuk mengungkapkan kata ‘waktu’ yaitu khronos (χρόνος) dan kairos (καιρός) . Khronos adalah waktu dalam artian kerangka waktu yang berjalan berdasarkan urutan waktu / sekuensial dan bersifat matematis. Contoh 1 jam, 2 hari, 4 bulan dsb. Kairos adalah waktu dalam artian momen penanda signifikan.

(lebih…)

Read Full Post »

not aloneOleh : Arvan Pradiansyah

Seorang bijak sedang berjalan-jalan ketika seorang laki laki terburu-buru keluar dari sebuah lorong pintu. Keduanya bertabrakan frontal. Orang itu marah-marah dan mengeluarkan kata-kata kasar.Namun orang bijak itu tetap tenang dan tidak membalasnya. Ia hanya sedikit membungkuk, tersenyum dan berkata, “Sahabatku, saya tidak tahu siapakah diantara kita yang bertanggung jawab atas “perjumpaan” ini, tetapi saya tidak mau membuang buang waktu untuk menyelidikinya. Jika saya yang menabrakmu, saya minta maaf. Jika anda yang menabrak saya, tak apa apa”

Setelah berkata seperti ini orang bijak itu pun kemudian tersenyum dan membungkuk lagi, lalu meneruskan perjalanannya. (lebih…)

Read Full Post »

happiness-webOleh : Thubten Chodron

Zaman sekarang dunia ini penuh dengan para pengungsi. Para pengungsi ini mencari tempat perlindungan. Mereka melarikan diri dari perang-perang, musuh-musuh , dan bencana alam yang terjadi di negara-negara mereka, mereka melarikan diri ketempat yang mereka harap dapat memberikan keamanan dan perlindungan. Tapi sesungguhnya kita semua adalah pengungsi. Kita sedang mencari cara untuk melarikan diri, lari dari masalah-masalah, konflik-konflik, dan kesulitan-kesulitan dari lingkaran kelahiran dan kematian ini.Khususnya kita melarikan diri dari konflik-konflik yang diciptakan oleh pikiran kita yang liar serta tidak terlatih, dari racun-racun delusi kita, keserakahan kita, niat buruk, kesombongan, dan rasa cemburu yang menyebabkan begitu banyak gangguan bagi diri kita sendiri dan orang lain. Kita melarikan diri dari masalah-masalah tidak mendapatkan apa yang kita inginkan dan mendapatkan apa yang tidak kita inginkan – usia tua, sakit, kematian. Begitu banyak permasalahan di dunia ini. (lebih…)

Read Full Post »

Ketidakkekalan

ia amOleh : Jetsuma Tenjin Palmo

Pada awal misi Nya Buddha menekankan pada apa yang disebut tiga corak eksistensi, atau tiga karakteristik  segala sesuatu yang kita alami tetapi seringkali kita bantah atau abaikan. Corak pertama eksistensi adalah ketidakpuasan. Hidup kita yang mengarah pada kebingungan dan ketidaksenangan adalah ketidakpuasan. Itulah dukkha. Dukkha adalah lawan kata dari sukha, yang artinya mudah, senang, segala sesuatu berjalan dengan baik. Ini tidak persis berarti kebahagiaan; melainkan lebih bermakna bahwa segalanya berjalan dengan lancar. Dan dukkha adalah lawan dari kata itu, yaitu tidak mudah, ketika segalanya tidak berjalan sesuai dengan yang kita inginkan. Namun tentu saja, sesuatu hal berlangsung sebagaimana mestinya, terlepas dari apakah kita menyukainya ataupun tidak. Ketidakpuasan merupakan salah satu dari karakteristik utama eksistensi kita sebagai makhluk yang belum mengalami pencerahan. (lebih…)

Read Full Post »