Pesan Yesus yang disalurkan oleh Michael Kim,
Pertanyaan: Saya terlahir Muslim tetapi sekarang saya sangat bingung tentang Islam, agama dan Tuhan pada umumnya. Saya ingin mengetahui lebih banyak tentang Islam, Islam yang benar yang diturunkan kepada Nabi Muhammad yang anda katakan adalah dari Tuhan.
1. Apakah Anda bersahabat dengan beliau?
2. Dimana Nabi Muhammad sekarang dan apa yang dia harus katakan tentang Islam hari ini ?
3. Mengapa Nabi Muhamad tidak menyalurkan informasi/channeling kepada kami manusia seperti yang Anda lakukan?
4. Apa yang dimaksud pernyataan beliau bahwa ia adalah “penutup para nabi”?
Saya memiliki banyak pertanyaan tentang Islam tapi saya harap dengan memberikan pertanyaan singkat ini akan ada kesempatan lebih besar untuk dijawab.
Terima kasih
Jawaban dari Yesus:
Terima kasih telah bertanya beberapa pertanyaan penting ini. Mari saya mulai dengan mengomentari pernyataan Anda bahwa Anda terlahir sebagai Muslim. Semua manusia terlahir sebagai putra atau putri Tuhan, bukan sebagai anggota agama tertentu. Anda mungkin dilahirkan ke dalam agama tertentu atau budaya agama tertentu yang dikenakan pada Anda dari usia dini. Namun jiwa Anda adalah lebih dari agama di mana Anda lahir.
Hal ini penting terutama bagi orang-orang di zaman sekarang ini, untuk menyadari bahwa mereka jauh lebih daripada budaya agama atau agama dimana mereka lahir. Seperti yang saya jelaskan di pesan yang lain, ada jutaan orang di planet ini yang memiliki potensi untuk mewujudkan kesadaran Tuhan tingkat tinggi dalam hidup ini. Banyak dari jiwa-jiwa memilih untuk dilahirkan ke dalam agama tertentu karena mereka ingin meletakkan agama tersebut pada tingkat pribadi sehingga mereka bisa menunjukkan kepada orang lain bahwa mereka lebih dari Muslim, Kristen, Yahudi, Hindu, Budha atau lainnya di luar label-label agama.
Ketika Anda memahami fakta ini, Anda memiliki petunjuk penting untuk memahami mengapa Anda, dan jutaan orang lain di planet ini, merasa bingung dan merasa bertentangan tentang ajaran agama tertentu, agama pada umumnya dan hubungan mereka dengan Tuhan. Ini adalah produk dari realitas bahwa jiwa Anda berkeinginan untuk menerobos ke pemahaman yang lebih tinggi tentang Tuhan dan jalan universal di balik semua agama yang ada. Namun karena pikiran Anda belum menemukan pemahaman yang menjelaskan jalan universal ini, jiwa Anda belum sepenuhnya terbebas dari keterbatasan yang ditetapkan oleh agama di mana Anda tumbuh.
Ketika Anda memahami dinamika ini, Anda memahami bahwa sangat penting bagi Anda untuk merenungkan pertanyaan-pertanyaan pada agama dan mencari untuk mendapatkan jawaban dari dalam diri Anda. Semua ajaran yang saya berikan ditujukan untuk membantu orang menemukan jawaban dari dalam diri mereka, termasuk mengasah kemampuan mereka untuk membedakan antara ide-ide yang benar dan ide-ide yang palsu. Jika Anda akan menggunakan alat-alat dan ajaran yang saya berikan, Anda memang bisa mempercepat proses terbebas dari agama di mana Anda dibesarkan. Maka Anda kemudian akan merangkul jalan spiritual universal yang berjalan seperti sebuah benang emas di balik semua agama.
Kita sedang memasuki jaman spiritual di mana umat manusia dimaksudkan untuk mengenali dan merangkul jalan universal. Mereka yang mengikuti energi zaman akan berjalan di jalur universal, walaupun banyak dari mereka akan melakukannya didalam konteks agama yang sudah ada. Anda secara pribadi dapat memainkan peran penting dalam membantu perkembangan manusia dengan melampaui agama di mana Anda dibesarkan dan menunjukkan bahwa adalah mungkin untuk berjalan dijalan spiritual universal yang membantu orang mengatasi semua konflik dalam hubungan mereka dengan Tuhan dan dalam hubungan mereka dengan umat agama lain.
Dengan kata lain, bila Anda melihat jalan universal di balik semua agama, Anda akan bisa melampaui kesadaran yang telah menyebabkan perang agama dan konflik. Hal ini sangat penting bagi umat Islam, karena saat ini tidak ada agama lain yang memiliki potensi besar untuk menimbulkan konflik agama, selain agama islam dengan ajaran jihadnya.
Sekarang untuk pertanyaan Anda. Saya mencintai setiap jiwa tanpa syarat, tetapi persahabatan bukanlah jalan satu arah. Oleh karena itu, saya hanya berteman dengan jiwa yang terbuka untuk menjadi teman dari Ascended Master Yesus Kristus. Saya senang untuk mengatakan bahwa jiwa Muhammad termasuk dalam kategori ini, dan saya memang menjabat sebagai salah satu guru spiritual yang berusaha untuk membantu jiwa Muhammad naik ke alam spiritual.
Hal ini menjawab sebagian pertanyaan kedua Anda. Saya menyadari bahwa ini akan mengejutkan banyak warga Muslim, tetapi kenyataannya adalah bahwa jiwa Muhammad belum naik ke alam spiritual. Dengan kata lain, Muhammad bukanlah ascended master, dan ini menjawab pertanyaan ketiga Anda. Muhammad tidak menyalurkan/channeling informasi karena dia belum mencapai status ascended master.
Adapun apa yang jiwa Muhammad katakan tentang Islam hari ini adalah, dia sangat terbebani oleh kekerasan yang dilakukan oleh Islam sejak dari awal. Dia memang menyadari bahwa ia memiliki tanggung jawab dalam hal ini, karena saat hidup di Bumi, ia tidak dapat sepenuhnya mengatasi kekerasan budaya dan perang di mana ia dibesarkan. Dia juga menyadari bahwa karena kenyataan ini, ia tidak dapat menerima wahyu dari Malaikat Jibril dalam bentuk paling murni. Meskipun sebagian besar Qur’an memang disampaikan dalam bentuk murni oleh Muhammad, tapi ada bagian lain yang diwarnai oleh pandangan dunianya.
Jiwa Muhammad telah berinkarnasi hampir secara terus-menerus sejak kematiannya. Ia telah berusaha mengubah Islam keluar dari jalan kekerasan sejak awal, dengan cara yang tampaknya benar bagi manusia, tetapi ujung daripada itu adalah jalan kematian baginya. Dia memang telah berinkarnasi terus di dalam budaya Islam sejak itu, dan jiwanya berperan dalam memulai gerakan yang saat ini dikenal sebagai gerakan tasawuf/sufisme. Ini memang hanya bagian kecil dari Islam yang benar dan satu-satunya bagian dari Islam yang benar sesuai tujuan awal yang kami miliki dari Ascended Host bagi agama Islam. Karena itu, saya mendorong semua Muslim untuk tulus belajar tasawuf dan merangkul gerakan mistik dalam Islam. Ini hanya jika kaum kritis umat Islam bisa merangkul aspek mistis agama mereka, kita bisa menghindari konflik dalam skala yang besar antara Islam, Yahudi dan Kristen yang saya prediksi.
Muhammad mengklaim sebagai penutup para nabi karena ia percaya bahwa ia memang dimaksudkan untuk menjadi nabi besar terakhir yang dikirim pada kemanusiaan. Dia percaya bahwa agama Islam memang dimaksudkan untuk menyatukan agama-agama monoteistik besar dari Yudaisme dan Kristen dan membawa agama-agama tersebut ke tingkat berikutnya. Sebenarnya ada beberapa kebenaran pada keyakinan ini karena itu adalah harapan dari Ascended Host bahwa Islam akan melayani sebagai agama tertinggi bagi orang Arab orang-setidaknya untuk jangka waktu yang lama.
Agama ini tidak pernah dimaksudkan untuk menjadi sebuah agama untuk seluruh umat manusia, dan tidak pernah dimaksudkan untuk menggantikan Kristen atau agama-agama besar lainnya. Hal ini diberikan secara khusus kepada orang-orang Arab karena mereka telah menolak baik monoteisme Ibrahim dan Musa maupun ajaran yang lebih tinggi yang saya telah bawa. Oleh karena itu kami memutuskan untuk memberikan agama kepada orang-orang Arab yang bisa menyatukan mereka di bawah satu bendera dari satu Tuhan bukan menyembah banyak dewa pada saat Islam pertama disebarkan.
Jika orang-orang Arab telah sepenuhnya memeluk intinya, pesan sejati Islam, yaitu kepasrahan total pada kehendak Tuhan yang benar, maka Muhammad akan menjadi penutup para nabi bagi orang-orang Arab. Mereka tidak akan memerlukan nabi lain untuk membawa agama baru karena Islam seharusnya bisa diperbaharui melalui tradisi yang Anda lihat saat ini dinyatakan dalam tasawuf.
Namun, harus diakui bahwa Muhammad sendiri tidak sepenuhnya memahami apa yang baru saja saya katakan. Ia sebagian dibutakan oleh kebanggaan budaya, sebuah kebanggaan yang ia tidak sepenuhnya lampaui pada tingkat pribadi. Segera setelah penyebaran Islam, kebanggaan orang-orang Arab, dan kecemburuan mereka pada orang Yahudi yang dianggap sebagai orang yang dipilih Tuhan, menyebabkan mereka membuat alasan bahwa hanya Islam agama yang benar. Keyakinan bawah sadar mereka bahwa mereka telah dipilih sebagai penerima agama ini, mereka sekarang adalah umat yang dipilih Tuhan dan karena itu merasa lebih unggul dari semua orang lain. Ini adalah kesalahan yang sama persis dilakukan oleh orang-orang Yahudi setelah eksodus dari Mesir dan oleh orang Kristen modern yang percaya bahwa mereka lebih baik daripada yang lain ketika mereka mengikuti ajaran saya. Ini tidak lain hanyalah kesombongan/ego manusia, dan hanya akan berjalan sementara sebelum kemudian jatuh, kejatuhan pasti akan datang kecuali mereka melepaskan kesombongan manusia dan kebanggaan spiritual mereka.
Apa yang saya benar-benar ingin mengatakan pada Anda di sini adalah bahwa meskipun Muhammad telah dipilih oleh Host Ascended menjadi Nabi dan membawakan sebuah agama besar, ia belum mencapai penguasaan spiritual yang dicapai oleh Krishna, Buddha, Resi Veda, saya sendiri dan orang yang melahirkan agama Taoisme. Apa yang saya katakan di sini adalah bahwa Muhammad belum mencapai kesadaran Tuhan penuh ketika ia dijadikan sebagai Rasul oleh malaikat Jibril, dan ini menjelaskan mengapa ia tidak mampu membawa sebuah agama secara murni sepenuhnya. Sekali lagi, saya tahu ini akan mengejutkan banyak umat Islam-kalau mereka membaca pesan seperti ini.
Namun demikian, itu adalah kebenaran dan hal ini menunjukkan mengapa ada kebutuhan besar untuk wahyu yang progresif dalam Islam, wahyu tersebut telah datang melalui tradisi tasawuf tetapi bisa sangat dipercepat jika lebih banyak orang yang akan mewujudkan prinsip-prinsip Islam yang sebenarnya dan membuka hati dan pikiran mereka untuk menjadi pembawa pesan bagi pemahaman baru dan penerimaan baru dari prinsip-prinsip universal dibalik agama Islam.
Harus diakui oleh semua bahwa Islam telah diberi tenggang waktu yang sangat lama bagi orang yang masih berada dalam dalam kesadaran yang didominasi oleh konflik dan dualitas. Saya sedih untuk mengatakan bahwa, karena kesalahan tafsir yang dipaksakan dalam Islam melalui kebanggaan dan dualitas, kesadaran dari orang-orang Arab tidak dibangkitkan sejauh yang kami harapkan. Namun selalu ada potensi bahwa kesadaran orang-orang tersebut dapat dengan cepat tumbuh dan lebih tinggi pada tingkat yang baru. Itulah sebabnya mengapa saya membutuhkan jiwa-jiwa lebih maju untuk berinkarnasi dalam lingkungan Islam untuk tujuan khusus menelorkan pemahaman yang lebih tinggi dari agama ini untuk membangkitkan dan memenuhi misi mereka datang ke Bumi.
Sekali lagi, saya hanya dapat mendorong setiap Muslim yang mungkin membaca pesan ini untuk memanfaatkan ajaran universal yang saya berikan dan menggunakannya sebagai batu loncatan untuk memahami pesan universal dibalik agama Islam. Masih ada waktu untuk kebangkitan kaum Muslim, tapi waktu ini pendek dan jam pasir akan habis jauh lebih cepat daripada mayoritas Muslim mau mengakuinya. Biarkan mereka yang memiliki telinga mendengar kata-kata saya sebelum kata-kata saya akan terbukti benar bahwa akan terjadi pertumpahan darah dan perang akibat pemahaman tersebut.
Lepaskan semua ketakutan bahwa saya mungkin akan meninggalkan Anda. Saya selalu bersama dengan Anda, bahkan sampai akhir dunia. Artinya adalah akhir dunia dualistik dan awal dari kesatuan dalam kerajaan Tuhan.
Terima kasih mas Henky atas postingnya.
Saya hanya ingin menambahkan. Agama islam sebagaimana yg kita kenal saat ini merupakan akumulasi dari pengetahuan dan penafsiran ajaran Tuhan yg sakral selama berabad-abad lamanya. Pada saat pertama kali diturunkan,agama tidaklah dlm bentuk yg sistematik dan terstruktur sbgmana yg kita kenal saat ini.
Agama Islam yg kita kenal saat ini berawal dari pengalaman Muhammad dan pesan2 Tuhan yg menggunakan kehidupan Muhammad sbg sarana pengajaranNya.Pada saat hidupnya, Muhammad tdk pernah membuat sebuah konstruksi ajaran yg sistematis dan terbakukan sbgmana agama Islam yg kita kenal saat ini.
Pengumpulan bahan,kodifikasi,kategorisasi,strukturisasi dan penafsiran merupakan pekerjaan para pengikut Islam setelah masa kehidupan Muhammad. Dimulai dari pengumpulan wahyu2 pd masa Abu Bakar(wft 12H), yg kemudian distandarkan pd masa Usman(terbunuh 35H).Pengumpulan hadis dimulai sejak Umar bin Abdul Azies(wft 102H) dan kemudian berkembang pemikiran2 Islam yg melahirkan berbagai mazhab dibidang akidah maupun hukum(fiqih). Dibidang akidah(Asy’ariah,Mu’tazilah,Qadariyah,Murjiah dll).Dibidang hukum(Mazhab Hanafi,Maliki,Syafii,Hambali,Ja’fari,Zaydi,Ibadhi,Ismaili dll).
Semua proses kelahiran mazhab2 tak lepas dari kepentingan2 golongan dan kekuasaan. Beribu2 Hadis palsu dibuat. terjadinya kolusi antara penguasa dan ulama dalam rangka melanggengkan kekuasaan dan imperialisme.Sunni dan Syiah sampai saat ini masih saling menyesatkan satu sama lainnya bahkan saling berperang seperti di Irak dan Pakistan.Agama dan ajaran2 Tuhan yg semestinya menjadi penyeimbang dan penjaga keharmonisan kehidupan manusia dan alam semesta justru menjadi alat penghancur peradaban manusia.Ironisnya, Ulama berperan besar dlm penghancuran ini dg provokasi,doktrin2 jihad yg keras dan serampangan.
Saat pertumpahan darah sesama umat manusia dipandang sbg PRESTASI KESUCIAN,maka tamatlah ajaran dan whyu2 Tuhan.Saat ajaran agama tak lagi menjadi penawar konflik tapi justru mnjadi pemantik api peperangan,maka itulah awal dari keberakhiran peradaban manusia.Siapakah yg dpt diketengahkan kala para pemuka agama yg seharusnya menjadi suara perdamaian malah ikut menjadi bagian dari arus peperangan dan kekerasan itu?
Buruknya kualitas para pemuka agama bukanlah sebuah hal yg baru dlm dinamika sejarah agama.Ajaran agama seringkali mengalami kemerosotan moral karena diselewengkan oleh pemuka agamanya.Keadaan itu bahkan telah diperingatkan oleh Muhammad dlm sebuah haidst yg sangat dikenal dikalangan masyarakat yg mempelajari Islam.
“Suatu masa nanti akan terjadi dimana sebagian Ulama justru akan menjadi fitnah dan sumber malapetaka bagi umat manusia,meski keadaan tempat2 ibadah pd saat itu ramai dan org2 banyak memperbincangkan Islam.Kelak akan datang masa dimana Islam hanya tinggal nama.Alqur’an hanya merupakan tulisan.Masjid2 mereka ramai,namun sunyi dari petunjuk.Ulama mereka adalah sejelek-jelek mahluk didunia,mereka menjadi sumber fitnah dan malapetaka”.
Saya termasuk org yg sangat meyakini bahwa Muhammad memang telah berkali – kali bereinkarnasi dalam rangka meluruskan pengajarannya.Dan meluruskan ajarannya memang telah menjadi tanggungjawab yg smapai saat ini masih dibebankan kepadanya.Bahkan saya mengenal seseorang yg tahu betul proses reinkarnasi Muhammad.Muhammad pernah menjadi si A, si B dan si C. Wa Allahu A’lam.Dan Tuhan Lebih mengetahui KebenaranNya.
Terima kasih Mas Henky.
Terima kasih buat tambahannya mas Razak, sebuah informasi yang sangat berguna.
Memang setiap ajaran memiliki potensi untuk disalah gunakan. Bahkan bisa dikatakan bahwa setiap ajaran yang dapat disalahgunakan akan disalahgunakan. Semuanya adalah karena kehendak bebas manusia, dan disini manusia dengan egonya menafsirkan berdasarkan kepentingan mereka masing2, dan ini terjadi pada semua agama. Seperti yang mas informasikan diatas memang itulah yang terjadi.
Ada saatnya memang kesadaran kita mulai melihat bahwa ajaran2 yang diberitahukan kepada kita perlu dipertanyakan dan disinilah jalan batin kita mulai berperan untuk mengetahui kebenaran itu. Ketika kita mampu menemukan jalan batin kita maka kita tidak perlu lagi melihat ke otoritas eksternal untuk memberi tahu apa yang harus dipercaya atau apa yang benar. Dan kita kemudian bisa sepenuhnya menjalankan kebenaran yang kita lihat dalam batin tersebut tanpa terpengaruh oleh otoritas luar.
Semoga postingan Mas Henky ini bisa membuka hati seluruh pengagum sesama manusia yang berlebihan dalam dosis dan kadarnya. Bahwa sesunguhnya, Tuhan itu sangat dekat dengan urat nadi kita sendiri, dan para Guru yang didatangkan adalah pembimbing untuk kembali menjadi bagian dari keTuhanan itu sendiri. Dan tidaklah benar mencintai seorang manusia dengan mengadopsi seluruh tindakan yang dilakukan berdasarkan riwayat dan cerita2, tanpa melakukan analisis hati dan mendengarkan suara batin, apakah ini benar dan tidak menyakiti sesama, apakah dapat dibenarkan membuat sesuatu menajdi yang paling mutlak, sementara hukum alam yang sudah pasti berbicara adalah : Sesungguhnya satu-satu hal yang konstan dan tidak berubah di semesta ini adalah perubahan itu sendiri.
Terima kasih Mas Henky,
U show me the lighter way from each of ur writing..
mas henky trimaksh byk atas smua info nya, bnr2 membuka cakrawala pengetahuan sy. semua postingan anda sprt air hujan d tengah kemarau panjang, kering atas pengetahuan n pemahaman yg selama ini d suguhkn dogma2 yg membutakan jiwa kami, trimakasih byk.
Terima kasih untuk curah pemikirannya…
Bagaimanapun Kebenaran mutlak dan universal tetaplah hanya sebatas IDE sampai akhir zaman.
Diatas langit masih ada langit berhenti pada satu langit berarti memfinalkan dan itu berarti pengkotakan diri dan berarti pemaksaan terhadap rasa & budi.
Kejujuran pada diri berarti kesadaran…
Kebijaksanaan, Pengertian, dan Pemahaman hanyalah kata-kata arif untuk suatu kecenderungan etika tanpa pernah bisa mencapai kesamaan terhadap realita yang sesungguhnya.
Mungkin logika meminta definisi tapi rasa dan budi mungkin sedikit berbeda…..
Wassalam
Setelah membaca berbagai tulisan mas henky, sedikit membuat saya ragu akan kehidupan ini, khususnya menyangkut kepercayaan saya, ritual ibadah saya makin sering di tinggalkan tanpa rasa berdosa, tapi sekarang jadi lebih sering merenungi keberadaan Tuhan dan perasaan dekat dengan Tuhan terasa makin tinggi. sedikit ketakutan saya adalah adanya doktrin2 lembut yang digunakan untuk mempengaruhi kepercayaan suatu agama tertentu..
Sekarang yang hanya bisa lakukan adalah terus mendekati Tuhan (berdoa) meminta petunjuk2 yang sebenarnya tentang arti hidup ini.
Mas Henky …terima kasih……pencerahan yang menyejukkan….
….Tuhan….universal…
buat sdr henky,
saya salut atas tulisan anda, tapi sayang sekali menurut saya anda belum memahami islam yang sebenar-benarnya tetapi sudah memberi penjelasan yang konkret, dan anda tidak mengetahui mengapa islam diturunkan di Arab, atau sejarah islam sebelum ada Nabi Muhammad, atau Bagaimana Nabi Muhammad sudah di sebutkan sebelum Adam turun ke Bumi, anda hanya tahu dari tulisan-tulisan segelintir yang sekian persennya saja pemahaman mengenai Islam yang sesungguhnya, kalau anda berani bilang untuk mengajak orang memahami Taoisme yang anda yakini, bagaimana kalau saya sarankan anda untuk memahami Islam ketingkat yang lebih Tinggi lagi banyak kok Ulama-Ulama Islam yang bersedia untuk digali pengetahuannya (Ulama yang Sesungguhnya) bukan ulama kacangan, supaya nantinya pada saat anda memuat tulisan ini jadi lebih proporsional, dan tidak menghakimi. trim’s
Mas/mbak
Mungkin belum membaca/memahami keseluruhan tulisan diatas. Tulisan itu bukan penjelasan dari saya tetapi saya memperoleh penjelasan hal tersebut dari artikel yang berisi channeling dari Yesus yang memberi tanggapan atas pertanyaan tentang Nabi Muhammad. Isi tulisan tersebut memang saya rasakan bisa menjawab pertanyaan saya tentang beliau karena saya melihat banyaknya kontradiksi dari isi Al Quran dengan akal dan hati nurani saya. Mungkin Anda tidak melihat kontradiksi ini karena anda berkeyakinan bahwa itu pasti benar. Itu semua adalah pilihan masing2, yang kita yakini belum tentu diyakini oleh orang lain.
Saya yakin bahwa semua yang anda yakini juga berasal dari orang lain bukan penyelidikan batin yang anda lakukan sendiri. Anda mempercayai perkataan orang lain yang anda anggap dipercaya dan menganggapnya sebagai kebenaran. Bukan berdasarkan bukti2 yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah atau berdasarkan kejernihan batin. Jadi sebaiknya kita juga tidak menghakimi orang lain sebagai tidak tahu, padahal kita sendiri sesungguhnya tidak tahu apakah kebenaran itu selain dari kebenaran yang dikatakan oleh orang lain tersebut.
Saya merasa tulisan diatas tidak menghakimi, ia hanya menginformasikan realitas yang dilihatnya. Apakah kita yakin bahwa informasi itu benar atau tidak dibutuhkan kejernihan batin dari kita sendiri, bagaimana kita menanggapinya tanpa persepsi/konsep kita sebelumnya. Ini memang sulit karena pikiran kita kebanyakan sudah terkondisi oleh keyakinan/konsep kita sebelumnya, sehingga apapun hal yang tidak sesuai dengan konsep kita sebelumnya kita menghakiminya sebagai salah.
Kalau anda membaca keseluruhan isi blog ini saya tidak mengajarkan tao seperti penilaian anda, disini ada berbagai macam pemahaman, ajaran dari berbagai macam sudut pandang. Tujuannya adalah agar kita bisa melihat jalan universal dibalik semua ajaran2 yang ada saat ini yang kemudian di konfirmasikan dengan ilmu pengetahuan yang ada saat ini. Karena saya yakin bahwa Tuhan yang sama tidak mungkin mengajarkan hal yang berbeda kepada umat2nya, ada satu kesatuan pemahaman yang mendasari semua penciptaan. Perbedaan itu diciptakan akibat ego manusia yang merasa ingin unggul dibanding lainnya dihadapan Tuhan, dan itu bukan ajaran sesungguhnya dari Tuhan.
Terima kasih
Saya masih agak bingung ketika Ascended Master Yesus mengatakan bahwa Nabi Muhammad derajatnya di bawah Krisnha, Lao Tze, Yesus sendiri..
Karena menurut saya, mereka adalah jiwa yang sama.. Hanya beda wujud saja..
Tapi saya setuju bahwa untuk memahami Islam yang sesungguhnya, Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin adalah melalui jalan tasawuf. Disitu lah memang intisari, kemurnian Islam sesungguhnya.. Islam yang memiliki ruh Tuhan..
Terima kasih
Mbak Sekar,
Memang dalam pemahaman lebih tinggi semuanya adalah satu energi/jiwa, tapi satu energi itu membagi diriNya tak terhingga dalam semua wujudNya baik di alam semesta material maupun spiritual. Semua jiwa individu merupakan bagian dari jiwa tunggal/energi keseluruhan yang kita sebut sebagai Tuhan. Namun setiap individu menapaki jalannya masing2 untuk meningkatkan kesadaran hingga mengalami kesatuan kembali dengan keseluruhan tersebut. Disini ada tingkat2 perkembangan jiwa baik di alam material maupun alam spiritual, ada tingkat awal , menengah maupu tingkat matang hingga tingkat ascended yaitu mereka2 yang membimbing manusia untuk meningkatkan kesadarannya.
TAsawuf mengajarkan kita memasuki jalan batin hingga menyadari Aku/Tuhan yang ada di dalam diri kita. Jika kita melihat jalan yang dilalui oleh al Hallaj, Rumi, Ibn el arabi maupun Syekh Siti Jenar disitu kita akan melihat bahwa pemahaman mereka adalah sama seperti yang telah dipahami oleh Yesus bahwa Aku dan Bapa adalah Satu. Atau Buddha yang mengatakan bahwa semua alam materi ini adalah ilusi, ada kesatuan dibalik semua ilusi ini. Bahkan ajaran Tao maupun hindu mengajarkan hal yang sama.
Terima kasih
Mas Henky,
Kalau sempat, mungkin bisa juga diulas tulisan DeePak Chopra mengenai Nabi Muhammad untuk menambah wacana kita semua.
Terima Kasih
Budi
Baik mas Budi,
Saya sedang mencari bahannya, karena buku ini terbitan baru jadi masih agak sulit mendapatkan ulasannya.
Terima kasih
Henky
Mungkin bisa dicari di jaringan internet yang luas ini, bahwa pernah ada cerita tentang kepergian Biksu Tong Sam Tjong yang melakukan perjalanan ke Barat untuk mengambil Kitab Suci umat Buddha; dan rupanya Biksu Tong ini juga melakukan perjalanannya begitu jauh sampai tiba di jazirah Saudi Arabia pada tahun dan masa dimana Nabi Muhammad hidup. Semoga Benang merahnya bisa ditemukan.
saya kira penempatan anda terhadap Nabi Muhammad SAW di bawah dari Nabi Isa AS, Krisnha, Lao Tze sangat sembrono karena tidak dapat memberikan dalil apapun yang bisa anda buktikan.
Rasulullah sudah mencapai tingkatan tasawuf bahkan mengajarkan kepada para sahabat, puncaknya pada saat beliau mengasingkan diri dan mendapat wahyu di gua hiro, tetapi tidak seperti yang lain, setelah beliau mendapat pencerahan, beliau kembali terjun ke masyarakat untuk menyampaikan ajaran islam tersebut dan membimbing umat manusia tentang ajaran tauhid.
beda dengan para petapa dan filsafat yang anda maksud, yang lebih mengajarkan ilmunya kepada muridnya dan tidak mengajarkan secara lengkap aturan aturan kehidupan yang lebih rinci.
sahabat beliau, Syaidina Ali adalah guru dari para guru tasawuf, bahkan belajar tauhid dari Nabi sendiri..
Saya kira saudara henky harus banyak mempelajari teladan Rasulullah lebih dalam lagi
Mas Rico juga harus mengenali nabi Muhammad ini lebih baik lagi tidak hanya dari sisi yang memuji beliau tetapi dari semua sisi sejarah yang pernah dituliskan baik yang memuji maupun mengkritisi sehingga bisa menjadi pengamat yang seimbang. Ketika kita dibelenggu oleh satu keyakinan maka kita tidak akan terbuka melihat sisi-sisi yang lain dari keyakinan tersebut. Ini lah yang dinamakan keyakinan buta, tanpa mempertanyakan atau mencari sisi sisi lain agar kita bisa melihat dengan seimbang tanpa persepsi.
Terima kasih
apa dalil yang mengatakan kalau beliau tidak sempurna ? kalau cuma kegelisahan saat ajal, bukankah nabi Isa AS lebih risau saat meningal dengan mengatakan eli eli sabakhtani ? saya kira saudara tidak bisa menghakimi begitu hanya dengan membaca saja, apa sudah pernah ‘kesana’ ?
saya rasa mas hengky tidak menghakimi. Ada baiknya kita melihat segala sesuatu dari segala sisi dengan apa adanya, tidak hanya melihat “apa yang ingin kita lihat” .
Keinginan melihat dunia seperti yang kita inginkan membuat hal yang lain terlihat selalu salah dan terkadang hal ini lah yang berbahaya dan membahayakan manusia lain.
Sedari kecil saya membaca dan belajar banyak tentang nabi Muhammad dan saya menyimpulkan kalau beliau orang yang berfikiran terbuka. Seandainya beliau masih hidup dan membaca tulisan diatas saya yakin beliau pun tersenyum-senyum saja…
yg perlu saya ingatkan kepada para pembaca blog ini adalah, jgn terlalu menelan bulat2 apa yg diutarakan oleh michael kim,, yg kata nya bisa chenneling dgn nabi Isa / yesus..
apakah kita sudah tahu benar yg berbicara dgn michael kim adalah nabi Isa/yesus? bisa jadi kan jin terkutuk yg bertugas untuk menghasut..
seperti sodara Ju diatas, pikiran kita harus terbuka, dan tentu saja kita jg harus terbuka akan prasangka yg saya kemukakan.
lalu yg saya amati juga dr saudara hengky yg mengatakan “Ketika kita dibelenggu oleh satu keyakinan maka kita tidak akan terbuka melihat sisi-sisi yang lain dari keyakinan tersebut. Ini lah yang dinamakan keyakinan buta, tanpa mempertanyakan atau mencari sisi sisi lain agar kita bisa melihat dengan seimbang tanpa persepsi. ” saya dapat menyimpulkan, mungkin mas hengky ini seorang penganut Islam Liberal, atw mngkin bukan seorang muslim.
Maaf apabila saya terlalu sok tahu, dan menyinggung perasaan, saya tidak bermaksud demikian.. Wassalam
Tulisan bagus ! Baiknya untuk teman2 yang Muslim memandang tulisan ini untuk bercermin dan tidak perlu emosional. IGeert Wilders akan menerbitkan buku dimana dia menulis bahwa Islam bukan agama). Seringkali kita, ummat Islam kalau membaca A; Qur’an hanya sepotong demikian pula dengan hadis.Padahal Al Qur’an dan hadis adalah ,erupakan kesatuan yang utuh. Kita juga belajar memikirkan kata2 Rasulullah yang mengatakan bahwa !. Ummat Islam akan terpecah menjadi 73 golongan (bahkan lebih) 2. Islam itu tadinya ASING dan kelak dikemudian hari akan menjadi ASING kembali 3. Rasulullah Muhammad SAW pernah bertanya pada para sahabat “Tahukah kalian siapa ORANG@ yang BANGKRUT itu ?” (Rasulullah kemudian menjelaskan hal tsb)
Ini hanya mengajak sama2 berFIKIR agar kita, ummat Islam tidak sah LANGKAH dan salah LAKU dalam kehidupan berMASYRAKAT .Mengenai orang2 yang bisa ‘channeling dengan Jesus Kristus ? Bukan hal yang aneh,dia boleh saja merasa seperti itu ;D .(kalau difikir2 ‘kan banyak dari kita yang Muslim menganggap bahwa para WALI bisa menjadi perantara agar doa kita sampai ke Allah; dan banyak yang datang kekuburan yang dianggap ‘keramat’ lalu ramai2 membaca Al Qur’an, biasanya Surat Yaasin, entah apa tujuannya. Saya berpendapat bahwa Al Qur’an dan Hadis adalah Pedoman buat orang2 yang masih hidup, do’a buat yang hidup dan sudah mati dan Salawat untuk Rasulullah sekaligus untuk kita.
By the way, who is Michael Kim?
Dari mana sumber tulisan diatas?
“Extraordinary claims require extraordinary evidence…”
Salam mas Henky,
Saya agak kecewa komen-komen saya membutuhkan waktu berhari-hari hanya untuk dimuat, apalagi ditanggapi. Tapi saya juga harus maklum, mungkin situasi mas Henky tidak memungkinkan untuk itu.
Pertanyaan saya yang diatas mohon tidak diartikan saya kontra dengan Anda. Saya sudah sangat terbuka untuk mendengar hal-hal yang paling mengejutkan sekalipun, selama fakta yang mendukungnya cukup.
Maksud saya mempertanyakan kesahihan sumber, untuk kebaikan kita juga. Jika faktanya cukup (walaupun saya tahu dalam hal ini sulit sekali) saya kira tak akan ada kata-kata yang menyerang negatif pada diri anda.
Mengenai tulisan diatas, saya sudah “riset” (yaa, apalagi kalau ga lewat google), ternyata sangat meragukan, kalau ga disebut hoax. Saya gagal menemukan tulisan serupa dalam bahasa inggrisnya (dengan asumsi bahwa Michael Kim ini English spoken), di situs manapun.
Hal ini sangat mencurigakan, mengingat berita yang dibawanya mengandung klaim menyangkut tokoh terbesar Islam. Jika pun proses channelingnya benar-benar terjadi, dan dengan pesan yang persis seperti diatas, saya yakin ini akan jadi “amunisi” bagi (kebanyakan) dunia barat dalam kerangka berpikir mereka yang menegatifkan Islam. Maka sudah pasti pesan dari channeling ini bakal ramai di internet.
Belum lagi beberapa bagian dari isi pesan ini juga layak untuk diperdebatkan. Dalam hal ini saya belum akan membahas itu dulu, sebelum masalah sumber ini jelas.
Terimakasih
@BudakLeungit
Anda googling kurang jeli. Kalo cuma google Kim Michael atau Michael Kim yang gak bakal ketemu. Kim Michael yang dikutip Mas Henky diatas adalah yang mengklaim sebagai channelling Jesus yang yang sebenarnya. Tapi ya untuk mengerti itu harus baca semua artikel2nya dan tidak sepotong2… saya sarankan buka mata hati dan jiwa untuk membacanya dan jangan mudah menghakimi. Khusus tentang Nabi Muhammad ini beberapa link langsungnya.
http://www.askrealjesus.com/askrealjesus/jesusanswers/oldteachers/Muhammad.html
Untuk tulisan di atas ini linknya:
http://www.askrealjesus.com/askrealjesus/jesusanswers/oldteachers/muhammad2.html
masih banyak yang lain… search aja di http://www.realaskjesus.com ….semoga tercerahkan.
Salam
Tampaknya post anda harus menunggu “moderasi dulu ya, soalnya saya baru bisa baca beberapa hari stlah anda posting ini.
Terimakasih atas respon anda. Baru hari ini saya punya cukup waktu luang mengunjungi link yang anda kasih.
Seperti biasa, saya mulai dengan skeptis.
Setelah saya baca satu artikel, saya baru tahu kemana arahnya (mohon tidak diartikan macam-macam, saya tidak berkonotatif disini). Sepertinya apa yang dikedepankan di situs tsb sejalan dengan banyak materi yang sudah saya baca sebelumnya.
Beberapa waktu lalu saya pernah membaca tulisan-tulisan di http://www.michaelteachings.com/. Saya sempat mengira, barangkali Kim Michael disini adalah Michael yang sama. Tapi setelah baca di artikel lainya, ternyata Kim lebih suka menyebut dirinya ‘Kim’, ketimbang ‘Michael’. Dan Michael bukanya medium Jesus, dia sendiri, seorang old soul yang di mediumkan. BTW, inti keduanya mengajarkan hal yang sama saya kira.
Mas Ramon, situs tsb langsung saya ctrl+D, buat bahan bacaan pengisi waktu luang saya, karena saya rasa apa-apa yang disampaikan disana mengena sekali di hati saya.
Buat mas Henky, memang sebaiknya source artikel disertakan juga, atau diberi keterangan lebih detail.
Sedikit keluar topik, dari artikel mengena Kim di http://www.askrealjesus.com/askrealjesus/jesusanswers/aboutwebsite/Onlymessenger.html sepertinya Anda juga sudah bisa dikategorikan sebagai salah satu messenger itu ya ga? Who knows
Salam
sori yang terakhir harusnya …” searh aja di http://www.askrealjesus.com ……..bukan http://www.realaskjesus.com.
@Sdr. BudakLeungit, Proses penyaluran pendapat arwah/roh/jiwa melalui medium yang disebut channeling sudah terjadi sejak dulu di seluruh bumi. Kesurupan juga termasuk salah satu fenomenon channeling, meskipun tidak dikehendaki secara sadar atau direncanakan seperti halnya sesi Michael Kim di atas.
Beberapa tahun lalu, saya sendiri pernah menyaksikan dan merekam dengan HP satu proses channeling yang menghadirkan roh tokoh jahat yang terbunuh saat penangkapan. Untuk menguji bahwa roh tersebut adalah yang dimaksud, para channeler menanyakan beberapa hal spesifik antara lain tentang kerabat, kampung halaman dsb. Kesan saya, roh tersebut memang dipenuhi kebencian dan dendam.
Saran saya untuk Mas Henky, sebagaimana halnya ulasan beberapa buku spiritual maupun artikel lain di blog ini yang jelas narasumbernya, artikel channeling menurut saya juga perlu dijelaskan narasumbernya, seperti yang pernah dilakukan di depan forum terbatas PBB.
Lepas dari mau percaya atau tidak mempercayai hasil channeling, kredibilitas blog yang telah memperluas perspektif pengetahuan dan memberikan pencerahan ini perlu dipelihara.
Mas Henky jangan jemu untuk terus berbagi pengetahuan spiritual. Jangan kuatir dengan tuduhan macam-macam.
Ada saatnya orang yang sekarang belum bisa memahami, nanti akan memahami.
Salam rahman & rahim, kasih buat semua.
Saya kira saya sudah menjelaskan panjang lebar maksud pertanyaan saya, dan tanggapan anda tidak menyentuh pertanyaan saya.
Sdr. BudakLeungit yth,
Saya kurang lebih juga bersikap skeptis sama dengan Anda untuk tidak cepat menerima suatu pendapat, namun juga tidak cepat menolak sebelum kita memproses dengan seksama. Dan bagi saya, untuk pengetahuan spiritualitas dan bahkan sains pun, tidak ada jawaban final. Segalanya terus berproses.
Sebetulnya saya punya informasi untuk 2 pertanyaan Anda. Namun sebaiknya biar mas Henky sendiri yang menjawabnya.
Salam & Maaf bila kurang berkenan.
Maaf saya belum sempat membalas koment2 diatas, karena ada sedikit musibah. Mengenai narasumber artikel ini bisa dilihat diatas komen dari mas Ramon.
Mengenai sikap saya sama seperti mas bambang diatas, kita harus tetap skeptis terhadap ajaran/tulisan apapun itu, mencoba melihat tanpa persepsi dulu. Demikian pula ketika menerima ajaran agama, kadang kita terlalu dipengaruhi persepsi bahwa ia pasti sempurna sehingga kita tidak mau menerima ada orang yg menceritakan hal yg berbeda. Disitulah tingkat kedewasaan spiritual kita ditentukan, apakah kita bisa melihat melalui kejernihan atau hanya melalui persepsi saja.
Tulisan diatas sebenarnya menjawab salah satu kegalauan saya mengapa dalam islam terjadi banyak pertumpahan darah
karena jihad, padahal mereka bersikeras bahwa itu perintah Tuhan. Dan ternyata saya melihat dalam al quran banyak ayat2 berperang, saya merasa kalau memang ini perintah Tuhan mengapa ia menyuruh membunuh orang lain yg juga adalah ciptaanNya. Jadi ada kontradiksi disini , kita menyebutNya maha pengasih lagi maha penyayang ternyata Ia malah menyuruh nabinya memerangi org2 yg berbeda pemahaman. Jadi saya melihat ada ego manusia didalamnya yg bercampur dengan pesan2 yang murni yg ada sebelumnya. Itulah yg saya rasakan, kalau yg lain merasakan berbeda itu adalah hak masing2, kita berada pada tingkat kesadaran masing2 dan saya tidak berhak mencampuri. Jika tulisan ini tidak sesuai dengan pemahaman yg lain sebaiknya jangan dibaca.
terima kasih
Terimakasih atas respon mas Henky serta yang lain-lainya.
Memang itulah maksud pertanyaan saya, bukan karena apakah saya setuju atau kontra thd kabar ini, tapi mempertanyakan keabsahan sumber menurut saya adalah keharusan. Apa jadinya kalau tiap orang langsung menolak atau langsung percaya begitu saja pada tiap kabar yang diterima, tanpa pertanyaan.
Saya ingin berdiskusi lebih lanjut soal ini, tapi waktunya belum mengijinkan. Lain kali saja.
Terimaksih
memang dalam alQuran terdapat ayat ayat tentang berperang,tapi bukankah pada perjanjian lama yang notabene bagian dari alkitab juga banyak sekali cerita cerita tentang pembalasan tuhan(betapa pendendammya tuhan)juga ada banyak peperangan bahkan yang saya herankan kenapa pada kitab tersebut banyak ayat2 yang seharusnya tidak boleh dibaca anak2 yg belum dewasa…adakah yang bisa menjelaskan?dan saya ingin menanyakan apakah ada dalam alkitab disebutkan bahwa yesus mengamini bahwa dirinya tuhan…tolg dijelaskan pada ayat yg mana?terima kasih…tuhan memberkati
Mungkin saya bisa menjawab dimana Yesus mengamini bahwa dia Guru dan Tuhan, terdapat di Yohanes 13:13
Semoga menjawab.
Mas Henky yth, mungkin bisa translate juga pertanyaan tentang “Does Allah approve of Jihad?” dan jawaban Yesus/Isa as. tentang itu melalui Kim Michaels dengan alih bahasa Anda yang indah itu. Saya sendiri yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga penganut Islam (sekalipun bukan santri) bisa memahami penjelasan jiwa Yesus versi Kim Michael, meskipun saya tetap memprosesnya sesuai nalar dan tingkat kesadaran saya saat ini.
Saya merasa perlu melihat “wajah” Tuhan dari beberapa perspektif yang berbeda agar memperoleh gambaran utuh tentang Tuhan. Kalau kita ibaratkan Tuhan bertahta di puncak gunung, maka tersedia banyak rute jalan menuju ke sana. Dan bisa jadi semua jalan adalah benar mengarah ke puncak, karena tujuannya jelas, hanya satu.
Terima kasih.
Bos Henky kalo boleh urun rembuk soal yng ini memang seperti yang sudah diperkirakan menjadi agak kontraversial.
Kalo dari pandangan saya maka jawabannya terletak dari tafsir bahasa dan penilaian kita masing-masing.
Dalam ilmu bahasa: Jihad dalam bahasa Arab punya arti usaha dengan segenap tenaga dan bukan perang apalagi perang suci karena tidak ada yang suci dari perang.
Kata islam sendiri artinya berserah diri dan kata Salam adalah akar kata islam berarti damai. Jadi konteksnya mungkin yang benar Muhammad bersyiar kedamaian (penyerahan diri kepada tuhan) tapi juga siap untuk membela diri tapi Yesus bersyiar tentang hal yang sama dan siap untuk mengorbankan diri.
Terserah penyampaiannya bagaimana umat dari kedua Agama menggunakan dalil damai (islam) maupun dalil pengorbanan diri (kristen) untuk saling berperang demi dunia (antara lain terorisme dan perang salib).
Jadi paling tidak bagi saya sendiri yang terpenting adalah bagaimana kita menyerap Agama itu sendiri. Cara Bos Henky dengan memandang ke dalam diri sendiri lebih keren dari mencari kesalahan orang atau agama lain.
yah… emank terbukti, kedatangan dajjal sudah smakin dekat… smoga anda sekalian dan saya selalu diberi hidayah oleh Allah swt. amin Ya Robb..
Mas numpang tanya…
Dari mana taunya sampeyan yg ‘menyampaikan itu adalah Yesus ???
Terlepas dari PRO & KONTRA , artikel nya sungguh telah menjawab bbrp pertanyaan saya…
dan benar2 menguatkan jiwa dan pemahaman saya yg telah memilih journey sbg seorang spiritual traveller..
Terima kasih atas pencerahannya..
memang tergantung bagaimana iman kita menanggapi suatu agama,sy sbg seorang muslim pun tidak ingin menghakimi bhwa kristen,buddha,hindu,atau agama lain itu salah dan agama saya yg benar, karena untuk memahami agama tertentu,anda harus menyelami dgn menjadi pengikutnya,bukan hanya kutip sana kutip sini,sementara kita sendiri tidak tau bagaimana sejarah yg sesungguhnya,sejarah murni milik Tuhan,hanya Ia yg tau bagaimana semua berawal dan berakhir.nabi Muhammad pun seorang manusia,dan beliau pun melakukan kesalahan,tp saya lebih suka memandang beliau,dan juga Yesus sbg pembawa kebenaran Tuhan, bukan sbg orang yg harus dicari2 kesalahannya. Iman akan agama yg akan kita peluk bergantung dr keyakinan yg dipercaya pribadi masing2,yg sudah ditentukan oleh Tuhan. Terima Kasih krna kita bisa bertukar pikiran disini
Salut pada para komentator; tidak menanggapi tulisan dengan penuh emosi; semua memang perlu dipandang dengan kepala dingin dan hati jernih. Tanpa merasa menghakimi atau dihakimi.
Duh Mas, bukan nya bermaksud apa-apa.. tapi dari persepsi saya, Michael Kim itu pasti orangnya lucu sekali..
Klaim klaim yang berhubungan dengan pengalaman spiritual itu selalu subyektif dan tidak akan pernah bisa di prove secara obyektif..
Sepanjang yang saya tahu soal ajaran agama Islam [pls koreksi kalau salah], Islam itu menyarankan umatnya untuk menghindari hal-hal yang ghaib/mistik karena di area yang seperti itu kita tidak bisa mengapprove apapun.. itu daerah diluar kekuasaan manusia.
Orang bahkan bisa saja bercerita pernah bercakap-cakap dengan Tuhan/Malaikat/Yesus/Muhammad.. tapi tidak ada satupun cara yang bisa dilakukan oleh orang yang mengalami pengalaman tersebut untuk memastikan bahwa yang bercakap-cakap dengan dia itu adalah sebenar-benarnya Tuhan/Malaikat/Yesus/Muhammad..
Tenang saja, saya tidak akan pernah melarang/membenci siapapun yang mengklaim pernah berbicara dengan Tuhan/malaikat/Yesus/Muhammad, saya hanya menganggapnya suatu yang konyol saja.. yahh maklumlah kehidupan sudah semakin tua..
Selamat berpetualang di alam-alam subyektif…
Bunga kamboja@ Iya memang kita bisa menganggap pengalaman subjektif itu tidak bisa di prove secara objektif. Demikian pula ajaran2 agama semua juga didasarkan pengalaman subjektif. Semuanya adalah pilihan kita untuk menganggap pengalaman itu sebagai kebenaran atau bukan, atau kita perlu menalar lebih lanjut dengan ilmu pengetahuan dan pengalaman2 lain yang pernah dituliskan. Tapi bagi saya apapun pesan itu, siapapun yg mengatakan pesan itu ada 3 kriteria yg saya miliki yaitu :
1, Apakah pesan itu mencerahkan secara batin
2. Apakah pesan itu masuk akal
3. Apakah jika pesan itu diterapkan ke dalam kehidupan akan membawa kedamaian dan ketentraman
Jadi tidak perduli apakah pesan itu dikatakan orang banyak berasal dari Tuhan/Allah tapi jika tidak memenuhi ketiga kriteria itu maka saya percaya bahwa itu bukan pesan dari Tuhan /malaikat.
Terima kasih
Terimakasih udah di respon Mas..
A. Saya sangat setuju bahwa “adalah pilihan kita untuk menganggap pengalaman itu sebagai kebenaran atau bukan, atau kita perlu menalar lebih lanjut dengan ilmu pengetahuan dan pengalaman2 lain yang pernah dituliskan”
B. kalau ke pesan yang disampaikan oleh Michael Kim itu:
1. Tidak mencerahkan secara batin untuk minimal saya dan sebagian orang lainnya
2. Tidak masuk akal saya dan sebagian orang lainnya
3. Jika diterapkan ke dalam kehidupan tidak akan membawa kedamaian dan ketentraman bagi saya dan sebagian orang lainnya
Bebrapa contoh pesan Michael Kim yang tidak memenuhi 3 kriteria mas (mencerahkan secara batin, tidak masuk akal, jika diterapkan dalam kehidupan tidak membawa kedamaian & ketentraman) ::
1. “saya memang menjabat sebagai salah satu guru spiritual yang berusaha untuk membantu jiwa Muhammad naik ke alam spiritual.”
2. “Meskipun sebagian besar Qur’an memang disampaikan dalam bentuk murni oleh Muhammad, tapi ada bagian lain yang diwarnai oleh pandangan dunianya.”
3. “Jiwa Muhammad telah berinkarnasi hampir secara terus-menerus sejak kematiannya.”
Oleh karena itu, kalau mengikuti pendapat mas maka saya setuju kalau pesan2 dari michael kim itu bukan dari Tuhan/malaikat
C. Ketika kita mengeluh terhadap perilaku sebagian orang Islam dan Kristiani yang tidak dewasa karena mengadili keyakinan orang lain dengan apa yang diyakininya maka menurut hemat saya pendapat michael kim itu hampir gak ada bedanya secara substansinya Mas.
Yang membedakannya adalah bahwa dia sudah dianggap sebagai guru spiritual oleh sebagian orang yang notabene mendapat repek atas semua ucapan dan sikapnya.
Menurut saya, minimal yang kita butuhkan sekarang adalah:
1. menerima fakta bahwa kita memang berbeda
2. tidak perlu mengadili keyakinan orang lain yang berbeda dengan apa yang kita fahami.
Jujur saya paling sebal melihat saudara seagama saya yang dengan lantang bilang bahwa : bagimu agamu, bagiku agamaku tapi dengan gagah beraninya bilang bahwa agama kamu gak bener blah blah blah..
Jujur saya bilang bahwa situasi buruk perilaku sebagian besar orang Islam itu ada pada kebodohan.. kebodohan itu salah satunya disebabkan oleh statisnya pemahaman orang Islam terhadap ajaran Islam itu sendiri.
Saya sendiri bukan orang yang sepakat dengan JIL, tapi saya hanya orang Islam biasa yang sudah bosan dan sebal dngan kebodohan-kebodohan sebagian saudara seagama saya sendiri yang kemudian menimbulkan munculnya sekumpulan umat beragama lain yang jadi ikut-ikutan bodoh
D. Ketika saya pernah mendapatkan pengalaman berbicara dengan penampakan seperti Yesus yang saya pernah lihat fotonya dan dia bercerita bahwa kalau sebenarnya dia wafat di India, maka :
1. cara apa yang saya bisa lakukan untuk meyakinkan kepada diri saya sendiri bahwa yang berbicara dengan saya itu benar-benar Yesus ?
2. cara apa yang saya bisa lakukan untuk meyakinkan orang lain bahwa yang berbicara dengan saya itu benar-benar Yesus ?
subyektifitas pengalaman pribadi terhadap situasi mistik/spiritual/ghaib yang seperti itu yang saya maksudkan mas.. dan itu berbeda dengan subyektifitas pendapat/pemahaman pribadi kita terhadap hal-hal yang lebih nyata..
Kalau saya benar2 gak mau masuk ke area subjektifitas yg ditimbulkan oleh pengalaman mistik/spiritual/ghaib karena seperti yang saya mampu fahami dari ajaran Islam, umat Islam sebainya menghindar dari hal-hal yang seperti itu karena pada domain mistik/spiritual/ghaib itu kita, manusia, benar-benar tidak memiliki kemampuan yang nyata untuk meyakini segala sesuatu.. benar-benar diluar kemampuan alamiah seorang manusia.. dan dapat menjerumuskan kita ke pengalaman2/pemahaman2 yang semakin tidak jelas.
Salam,
Setiap orang memiliki pemahamannya masing2, kalau memang tidak mau masuk ke area subjektif adalah sah2 saja karena perjalanan spritual masing2 orang pasti berbeda. Kalau kita mau jujur sebagian besar dari manusia di bumi ini percaya dgn pengalaman subjektif karena agama2 besar ditulis berdasarkan pengalaman subjektif. Jadi agak sulit kita menghindari pengalaman subjektif, cuma kita perlu menalar pengalaman tersebut dengan ilmu pengetahuan yg ada saat ini dan sejarah faktual yang mengiringi pengalaman tersebut
Bagi saya semua pengetahuan baik subjektif ataupun objektif saya jadikan referensi agar saya memiliki sudut pandang yg lebih luas. Tulisan kim michaels diatas sebenarnya tidak berbeda dengan ribuan orang lainnya yang menyalurkan suara dari roh atau master, ribuan pesan mereka2 bisa kita temukan di internet. Jadi untuk mengatakan itu benar pesan dari Yesus atau bukan memang sulit dibuktikan, masalah itu masuk akal, mencerahkan, atau tidak itu adalah penilaian masing2. Masalahnya adalah karena kebanyakan kita sudah dibentuk oleh persepsi kita, kita sulit menerima informasi yg berbeda dengan persepsi tersebut. Seperti dalam zen dikatakan ketika kita tidak mampu mengosongkan gelas kita maka air(pengetahuan) tidak akan mampu mengisi gelas itu sehingga akan tumpah keluar. Jadi kalau persepsi kita sudah menolak pengalaman subjektif apapun maka apapun informasi yg masuk pasti akan kita buang lagi. Tapi itu semua adalah pilihan, dan masing2 memiliki hal untuk menjalankannya menurut apa yg diyakininya.
terima kasih
Memetik dari Pak Hengky,
1, Apakah pesan itu mencerahkan secara batin
2. Apakah pesan itu masuk akal
3. Apakah jika pesan itu diterapkan ke dalam kehidupan akan membawa kedamaian dan ketentraman
Saya bersetuju, malah dari nomor 1-3 itu sebenarnya bergantung pada diri kita. Adakah pesan itu mencerahkan, masuk akal & membawa kedamaian & ketenteraman kepada DIRI KITA tak semestinya bagi diri orang lain.
Setuju juga, bahawa agama yang kita anuti sekarang ini adalah amat subjektif dan sebenarnya sukar dibuktikan secara objektif. Mungkin kita perlu tanya diri kita bagaimana Nabi Muhammad s.a.w sendiri boleh yakin bahawa yang datang membawa wahyu kepada beliau itu adalah Jibrail…dan bukan fitnah Dajjal. Kerana kita juga sukar nak percaya yang datang mencerahkan kita itu SIAPA secara objektifnya. So kalau cukup syarat & setelah mengosongkan gelas, putuskanlah apa yang benar @ salah kerana bagi saya benar @ salah itu sendiri hanyalah keegoon manusia untuk membenarkan dirinya & menyalahkan orang lain.
Cuma memberikan pendapat.
@ Mas Henky,
Saya setuju bahwa agama sekalipun berasal dari pengalaman subyektif sang nabi. Hanya saja mungkin yang membedakan adalah karakteristik yang membedakan pesannya saja.
Secara pribadi saya sudah pernah melalui masa pengosongan gelas tetapi sudah saya isi kembali dengan apa-apa yang saya fikir itu adalah sesuatu yang harus saya isikan ke dalam gelas kosong saya..
Dengan terisinya gelas bukan berarti saya tidak terbuka untuk mengganti isi gelas tetapi saya tidak akan selalu membiarkannya kosong.begitu juga saya tidak akan menggantikan isinya dengan hal lain jika saya masih beranggapan bahwa apa yang ada didalam gelas saya adalah yang terbaik menurut fikiran saya.
Dengan terisinya gelas saya, bukan berarti bahwa saya tidak bisa menghargai isi gelas orang lain.
Jadi, saya cuma orang biasa yang berusaha tidak akan memvonis orang lain berdasarkan apa yang saya yakini didepan orang yang bersangkutan.
Saya bukan ahli spiritual, tapi mungkin kalau saya jadi michael kim, saya akan berusaha keras untuk tidak mengeluarkan kata-kata yang tidak elok seperti “saya memang menjabat sebagai salah satu guru spiritual yang berusaha untuk membantu jiwa Muhammad naik ke alam spiritual.”
Saya cuma heran aja, kenapa kok yang tingkatannya spiritual nya sudah tinggi tapi pesannya kok bisa gak elok seperti itu..
Terus terang saja tadinya saya beranggapan bahwa orang-orang yang berada dijalan spiritual itu adalah orang-orang yang luarbiasa bijaksananya dalam memandang perbedaan..
Bunga kamboja@ mungkin ada salah pengertian disini, yg dimaksud saya menjabat itu maksudnya adalah Yesus bukan KIm michaels. Jadi setelah kematian yesus, yesus menjabat sebagai salah satu guru spiritual yang membantu jiwa Muhammad untuk naik ke alam Spiritual. Jadi tulisan itu dibuat berdasarkan channeling dimana Yesus berbicara melalui Kim michaels menjawab pertanyaan ttg Nabi Muhammad. Jadi yg dimaksud sebagai “saya” adalah yesus.
terima kasih
O gitu maaf mas kalau saya salah mengerti..
Jadi kalau ini issuenya adalah “pengalaman spiritual/mistis/ghaib”, berarti ini issue nya percaya gak percaya seperti acara uka-uka atau semacamnya di TV dulu..
Pada konteks itu, udah gak penting lagi apakah bisa dipertanggungjawabkan atau tidak bisa dipertanggungjawabkan apakah itu yang berbicara adalah benar-benar Yesus atau bukan.. yang penting percaya atau tidak percaya..
Jadi mohon maaf, saya hanya mengulangi saja bahwa di ajaran Islam yang saya bisa fahami, orang Islam itu diencourage untuk menghindar atau menjauh dari hal-hal mistis seperti itu karena sekai lagi saya ulangi, situasi mistis/ghaib itu adalah situasi dimana manusia tidak mempunyai kemampuan sama sekali untuk membuktikan segala sesuatu yang dia alami.. dimana kita seringkali gak bisa membedakannya dengan realita.. mungkin seperti kita sedang berada di alam tetha..
Jadi ajaran itu bersifat preventif untuk menghindari adanya ‘penipuan’2 yang disebabkan karena kita tidak bisa membuktikan suara siapa yang sebenarnya yang kita dengar..
karena itu, menurut pendapat saya berinteraksi dengan alam mistis/ghaib seperti itu cenderung menyesatkan.
jika nanti ada suara Muhammad SAW yang berbicara melalui seorang manusia dan bilang bahwa dia dan Yesus duduk bersebelahan di surga dan sering berdiskusi, maka kitapun gak akan pernah tau cara membuktikan mana yang benar. Ini benar-benar area “uka-uka”
Itu pendapat pribadi saya, silahkan Mas Henky dan teman-teman yang masih merasa mendapatkan pelajaran dan hikmah dari pengalaman ‘uka-uka’.. Saya hanya menyatakan pendapat saya.
Salam
bunga kamboja…anda memang benar juga kerana bagi saya tiada yang betul @ salah, yang ada hanyalah persepsi kita. Islam bagi tuan adalah pendinding yang bersifat preventif supaya kita tidak tersesat jalannya. Memang seeloknya usah kita berbicara tentang perkara mistis yang susah kita mau memahaminya. Sebagaimana anda, saya juga Islam dan masih menjalankan syariat kerana bagi saya syariat itu jika dilakukan betul-betul akan memberi kesedaran akan keujudan kita yang sebenar-benarnya dan mendekatkan diri kita kepada Tuhan yang sememangnya sudah berada dekat pun. Setelah mengunjungi blog ini, ada perkara2 positif dalam cara memandang kehidupan yang saya dapat rasai. Mana2 yang was-was itu saya biarkan diri ini sendiri me’rasa’inya.
hehehehe….ternyata blog ini menarik bagi yang ‘binun’ menentukan ‘pilihan’ untuk dijadikan ‘prinsip menjalankan kehidupan’ yang akan berakhir dengan keinginan ‘kematian yang baik’…. kebenaran tidak akan pernah berbenturan dengan kebenaran….kebenaran hanya milik Allah SWT….mohon maaf, saya tidak ikut berdiskusi ya….
tapi ana ttp yakin bahwa rasulullah saw adalah manusia paling sempurna sepanjang masa,,,baik dulu maupun sekarang dan waktu yang akan datang Waallahualam bisshawaf..,,wassalam,
Aih,,,saya bingung dan telah masuk dalam kebingungan akibat tulisan ini, pendapat mas Henky benar, dan semua pendapat yang lain juga benar. Nabi Muhammad saw adalah contoh suri tauladan yang baik dan dari sejarah sudah terbukti otentik. Perihal tingkat spiritual kenapa si “Kim” tidak mencoba chanelling Nabi Muhammad saw…Dalam Islam masalah “ghaib” memang terkesan dihindari sebagaimana AlQuran “Mereka bertanya kepada engkau soal Ruh, katakanlah! (Hai Muhammad) Ruh itu adalah urusan TuhanKU. Tiadalah kamu diberi pengetahuan kecuali sedikit”. Namun begitu bukan berarti Nabi belumlah mencapai tingkat spiritual. Bila saja “si Kim” mencoba men “chanelling” Nabi Muhammad saw, maka belumlah pasti bisa karena tingkat spiritualnya belumlah memadai. Kenapa saya katakan begitu? Dari tulisan diatas saya telah menduga chanelling yang dilakukannya dengan Yesus masih terlalu banyak bias dan distorsi dan seperti Mas Henky sebelumnya tidaklah murni. Ketika melakukan suatu dialog spiritual dengan makhluk spiritual maka jiwa yang belum matang, pikiran, dan mental adalah penghalang terbesar proses dialog. Dialog spiritual adalah beda, dan bahasanyapun adalah beda
Sebenarnya memang tidak ada yang salah atau benar disini, yang ada adalah pemahaman yg dimiliki masing2 saat ini. Jadi maaf kalau saya tidak mau masuk ke dalam ranah debat di sini mengenai apakah pesan itu benar dari Yesus atau tidak, karena pemahaman masing2 orang pasti berbeda sehingga tidak mungkin saya memaksakan keyakinan saya pada orang lain, yang ada adalah saling memberitahu pemahaman masing2, masalah apakah pemahaman itu akan diyakini orang lain itu tergantung pada diri masing2.
Mengenai kisah Nabi Muhammad sendiri saya sudah membaca lebih dari 5 buku ilmiah yg ditulis berdasarkan Quran, hadist dan penelitian sejarah objektif tentang kisah beliau. Termasuk kisah yg ditulis oleh Martin lings, karen Amstrong, Ibn Warrraq, Rafat amari, maupun Ali Sina. Jadi ada baiknya sebelum menilai seseorang kita melihat pada semua referensi yang ada agar kita tidak terjebak pada persepsi satu sisi saja. Dengan membaca semua buku tersebut kita akan bisa memiliki sudut pandang lebih luas terhadap kisah beliau
terima kasih
Mas Henky yg budiman…
Ada banyak jalan, ada banyak pikiran, ada banyak keinginan, ada banyak perbedaan dan ada banyak banyak dan banyak….dlm hidup yg syarat beban….
Tapi ada satu rumpun dari himpunan kehidupan yang sama yaitu: hidup adalah memaknai dan jadi indah atas kebanyakan waktu kita didunia ini….
Kalau mau lebih dari sekadar makna indah, semestinya kita mendaki menara gading yg berujung apa yg disebut kesadaran diri…seperti mencari ujung langit tak bertepi…seperti mencari sudut pelor yg tak bersudut…kira kira begitu lagu yg terdengar disetiap pintu pembuka kontemplasi meditasi yg terdengar merdu.!
Maaf ya mas Henky, saya menghargai niat baik anda dan saya diminta teman spiritual agar bisa ikut rembug dlm khasanah yg agak khusus ini…apalagi tulisan anda dari sumber mrs “barat” dari produk perlakuan “magis” (mengundang Roh, kemasukan Roh). Kalau saya lebih suka didatangi Roh tapi tidak dalam pencarian keinginan materi atau juga mendatangi Roh yg bermasalah…tapi sudah setahun lalu saya tinggalkan perlakuan diri seperti itu khususnya mengundang Roh.
Mungkin ada beberapa hal yg menjadi pertimbangan kita akan hidup… agar tidak sebatas mempercayai begitu saja agama/pengetahuan yg beredar…tentunya ada batasan kemampuan, genitas, karma atau istilah jawanya; bibit-bebet-bobot dlm memahami hal terkait untuk ketingkat yg lebih tinggi yaitu yakin.
Mungkin saya tidak terlahir lagi didunia ini kalau dulunya saya sudah dalam pencapaian menyatu dg Tuhan…seperti Semua Nabi2, Rsi, Bagawan, Budha dan apapun namanya….
Oh ya kalau mas Henky dapat pesan dari Yesus via si mrs “barat” maka saat lalu saya dapat dari SabdoPalon nya Walmiki :
renungkanlah apa yg sudah AKU berikan padamu…jangan kau sibuk untuk ingin tahu tentangKU….
Semoga kita selalu semangat untuk kedamaian Alam.
Salam.
Saya rasa poin-poin ini sangat menarik:
2. Dimana Nabi Muhammad sekarang dan apa yang dia harus katakan tentang Islam hari ini ?
Jawab: …ini akan mengejutkan banyak warga Muslim, tetapi kenyataannya adalah bahwa jiwa Muhammad belum naik ke alam spiritual.
[Apakah ini berhubungan dengan shalawat nabi yang selalu dilantunkan setiap hari?]
3. Mengapa Nabi Muhamad tidak menyalurkan informasi/channeling kepada kami manusia seperti yang Anda lakukan?
Jawab: Muhammad tidak menyalurkan/channeling informasi karena dia belum mencapai status ascended master.
[Bagaimana dengan klaim bahwa muhammad nabi paling sempurna?]
wah rame sekali disini…
aku ingin bertanya,
1. APA YG MEMBUAT KALIAN MEMPERCAYAI SESUATU?
2. KEPADA SIAPA KALIAN BERTANYA BILA TIDAK MEMAHAMI SESUATU?
3. BILA PENGALAMAN KALIAN TIDAK SESUAI DENGAN APA YG KALIAN PERCAYAI, APA KEPUTUSAN KALIAN?
Ya begitulah ….. para pembaca harus sadar bahwa yang jadi rujukan blognya Mas Hengky kan kebanyakan hasil analisa orang2 barat yg notabene tidak begitu memahami Islam dengan benar. Jadi biarkan saja dia beropini or bikin statement seperti itu. nafsi… nafsilah …..
Perbedaan dalam menentukan pilihan adalah suatu keniscayaan. Pemaksaan untuk penyeragaman keyakinan dan pilihan, apalagi dengan kekerasan, hanya menimbulkan konflik yang tak pernah tuntas sepanjang zaman. Sebatas pemahaman Islam saya, ‘perbedaan adalah rahmat’. Tafsir saya, Tuhan menghendaki agar kita belajar menerima dan toleran menghadapi berbagai perbedaan. Demikian pula tentang tingkat pemahaman seseorang, sangat dipengaruhi oleh latar belakang lingkungan keluarga, sosial, serta pendidikan yang membentuk persepsi tertentu, yang bisa jadi melekat sepanjang hayat. Ibarat telah menutup gelasnya, dia tidak mengijinkan pengetahuan baru masuk, agar tidak ‘mencemari’ kesucian persepsinya. Kita hanya mau mendengar apa yang kita ingin dengar. Namun demikian, selalu ada kekecualian. Mungkin teman-teman pernah mendengar cerita yang disampaikan salah seorang pejabat kementerian agama di televisi ketika menanggapi diskusi tafsir tekstual kitab suci. Beliau memberi contoh yang terjadi di Universitas Al-Azhar Kairo, ada seorang yang dari kecil sekolah di pendidikan Islam hingga lanjut ke Al-Azhar tingkat doktoral, kemudian setelah mempelajari ilmu keislaman (menurut versi resmi semua sekolah Islam tersebut) sedemikian lama dan tinggi, akhirnya dia menyimpulkan ada yang tidak benar dengan pengetahuan yang diperolehnya. Kemudian ia pindah agama. Tentu saja ini juga bisa terjadi sebaliknya, dari agama lain pindah ke Islam. Kesimpulan saya, dalam mempelajari ilmu yang tidak ‘eksak’ termasuk agama (apa pun), dibutuhkan kebijaksanaan dalam penafsiran ajaran. Namun saya juga tidak menutup telinga atas berbagai kesimpulan mengenai hal-hal yang dianggap ‘ghaib’ (tidak kasat mata)
yang didukung penelitian menggunakan metoda ilmiah. Antara lain tentang NDE, reinkarnasi, dll. Salam buat Mas Henky dan teman-teman diskusi.
“Pesan Yesus yang disalurkan oleh Michael Kim”
== semua pemeluk agama akan membenarkan agama yang ia yakin,Michael Kim yang seorang kristiani tentu akan lebih konsen dalam pengembaraan jiwanya untuk bertemu dengan Jesus orang yang ia puja. seandainya dia seorang muslim, maka tentu dia akan sangat berkeinginan sekali untuk bertemu dengan MUhammad dalam pengembaraan jiwanya== aku rasa, Michael Kim masih salah arah dalam penembaraan jiwanya, seharusnya bukan Jesus yang harus ia temui dan bertanya tapi Tuhannya sendiri, Tuhan kita dan Tuhannya Jesus juga, ( bisa menjadi sebuah pengecualian, jika dia menganggap Jesus sebagai Tuhan, maka wajar apabila dia hanya ingin bertemu dengan Jesus),…. hal tersebut, yaitu keinginan untuk bertemu dan melebur dengan Tuhan telah dilakukan oleh sufi2 Islam sedangkan Muhammad hanyalah sebagai jembatan===.
“Mungkin belum membaca/memahami keseluruhan tulisan diatas. Tulisan itu bukan penjelasan dari saya tetapi saya memperoleh penjelasan hal tersebut dari artikel yang berisi channeling dari Yesus yang memberi tanggapan atas pertanyaan tentang Nabi Muhammad. Isi tulisan tersebut memang saya rasakan bisa menjawab pertanyaan saya tentang beliau karena saya melihat banyaknya kontradiksi dari isi Al Quran dengan akal dan hati nurani saya.”
“Tulisan diatas sebenarnya menjawab salah satu kegalauan saya mengapa dalam islam terjadi banyak pertumpahan darah
karena jihad, padahal mereka bersikeras bahwa itu perintah Tuhan. Dan ternyata saya melihat dalam al quran banyak ayat2 berperang, saya merasa kalau memang ini perintah Tuhan mengapa ia menyuruh membunuh orang lain yg juga adalah ciptaanNya. Jadi ada kontradiksi disini , kita menyebutNya maha pengasih lagi maha penyayang ternyata Ia malah menyuruh nabinya memerangi org2 yg berbeda pemahaman. Jadi saya melihat ada ego manusia didalamnya yg bercampur dengan pesan2 yang murni yg ada sebelumnya. memerangi org2 yg berbeda pemahaman. Jadi saya melihat ada ego manusia didalamnya yg bercampur dengan pesan2 yang murni yg ada sebelumnya.”
== pernyataan2 di atas adalah pernyataan subjektif, sama seperti orang Muslim yang memandang subjektif terhadap injil==
ada pertanyaan yang harus perlu dijawab: apakah al-Qur`an dan Injil adalah sama2 Kitab yang diturunkan oleh Tuhan..?? jika Iya, maka perasaan kontradiksi hilang seharusnya hilang, karena keduanya berasal dari Tuhan== Jika hanya hanya Injil yang merupakan kitab yang diturunkan oleh Tuhan, maka, muncul pertanyaan baru: apakah dalam injil tidak terdapat keganjil aliah kontradiktif..???
Mas Zulkarnain,
Silahkan mas menilai apa yang saya tulis diatas. Setiap orang memiliki persepsi masing2. Tapi coba dalami kehidupan nabi Muhammad berdasarkan Al Quran dan hadist2 yg sahih kemudian kita coba runut kisah dan peristiwa2 yang yang menyebabkan turunnya ayat atau hadist tersebut. Lalu kita rasakan dengan nurani kita apakah apa yang dilakukan atau diperintahkan kepada beliau sesuai dengan nurani dan nilai2 moralitas yang kita miliki saat ini. Ada beberapa buku yang ditulis mengenai ini berdasarkan sumber2 Islam sendiri tetapi dengan pemikiran netral sehingga bisa melepaskan persepsi atau paling tidak ia tidak percaya buta pada suatu ajaran tertentu. Saya selalu mencoba berpikir terbuka dan mendalami semua kisah2 para pendiri agama2 besar dengan mencari sumber2 baik dari dalam, dari luar, dari bukti sejarah maupun kisah2 yang diperoleh dari proses yang tidak biasa sehingga saya bisa melihat dari wawasan yang lebih luas tidak sekedar satu persepsi saja.
Terima kasih
pak henky,
pertanyaan saya adalah, apakah al-Quran juga termasuk firman TUHAN sama seperti injil..?? saya butuh jawaban bapak…
sambil menunggu jawaban bapak, saya ingin sedikit mengurai tentang isi al-Qur`an yang saya pahami: al-Qur`an datang untuk melengkapi dan merangkum ajaran yang dibawa oleh Nabi2 terdulu sekaligus membenarkan kitab-kitab terdahulu. ia diturunkan oleh Tuhan yang juga menurunkan zabur, taurat, dan injil. Kami diperintahkan untuk mengimani kitab-kitab tersebut.
al-Qur`an, sebagai petunjuk bagi seluruh manusia, ayat-ayatnya tidak hanya mengatur bagaimana, beribadah kepada Tuhan dan berbuat baik kepada manusia dan alam semesta, tapi juga mencakup hukum-hukum baik pidana dan perdata, juga berbicara tentang ilmu pengetahuan, entah itu ilmu sosial, sains dan lain-lain.
al-Qur`an sebagai kitab terakhir, tidak hanya berbicara dan menghukumi fenomena sosial yang terjadi pada saat ia diturunkan, tapi juga berlaku sampai akhir zaman. seperti, perang, pembunuhan, pencurian dan lain-lain. al-Qur`an mengomentari semua fenomena tersebut dan menetapkan hukum2 atasnya (jadi al-Qur`an adalah referensi primer hukum)
di dalam al-Quran ada ayat-ayat tentang perang atau membunuh. tapi kita tidak diperintahkan untuk memerangi seseorang tanpa alasan, kita tidak diperintahkan untuk membunuh seseorang tanpa alasan (seperti yang dilakukan oleh Islam2 sempelan) .. kalau bapak memang benar2 mempelajari ayat2 tersebut maupun hadis2 sahih yang berbicara tentang itu semua, maka bapak akan berkesimpulan bahwa, inti ajaran yang dibawa baik oleh Jesus (Isa), maupun Muhammad dan Nabi2 yang lain adalah sama. (saya empat Tahun konsen mempelajari hadis dari buku-buku primernya, tapi saya tidak menemukan perintah Muhammad untuk memerangi orang tanpa alasan yang jelas)
karena al-Qur`an merangkum semua ajaran2 terdahulu, maka wajar jika banyak cara dalam mendalami al-Qur`an, dan itu dapat diketahui dari banyaknya buku-buku dalam berbagai macam bidang ilmu pengetahun yang sumber utamanya adalah al-Qur`an.
apakah ada kitab lain selain al-Qur`an, yang oleh para peneliti menjadikannya sebagai referensi penelitian mereka, jika ada, bisakah bapak menunjukkannya kepada saya..???
adakah kitab lain selain al-Qur`an, yang darinya terlahir ratusan judul tafsir dan ratusan jilid tafsir yang berusaha untuk memahaminya secara mendalam..??
terima kasih
Mas Zulkarnain,
Saya meyakini bahwa semua yang dikatakan sebagai firman Tuhan adalah pikiran termulia yang dimiliki oleh setiap diri manusia. Karena Tuhan bersemayam dalam diri setiap manusia, hanya kebanyakan kita tidak menyadarinya karena tertutup oleh ego kita. Pikiran termulia kita adalah cinta teragung yang kita miliki yaitu cinta tak bersyarat, mencintai tanpa mengharapkan balasan apapun, Jadi saya meyakini bahwa apa yang diyakini sebagai firman Tuhan haruslah sejalan dengan pikiran termulia yang kita miliki seperti kasih tanpa syarat dan pengampunan pada setiap makhluk. Apabila tidak sejalan dengan itu maka saya menganggap itu sebagai ego manusia. Tidak perduli apakah hal itu diyakini orang banyak sebagai firman Tuhan.
Para nabi yang mengatakan bahwa ia menyampaikan firman Tuhan adalah mereka yang menemukan pikiran termulia dalam dirinya dan menyampaikannya kepada orang lain atau menulisnya hingga menjadi kitab yang disucikan, kemudian oleh pengikutnya diorganisasikan sehingga menjadi agama. Itu pandangan saya.
Sekali lagi ini adalah pandangan dan keyakinan saya, orang lain bisa berbeda.
Maaf saya tidak melanjutkan pembicaraan ini, karena ketika kita berdiskusi pada tataran subjektif/persepsi kita tidak akan menemukan kesamaan. Persepsi anda tidak sama dengan saya, jadi apapun nanti yang akan saya kemukakan tidak akan sejalan dengan pemikiran mas. Bacalah isi blog ini, maka mas bisa melihat pemikiran saya. Jadi apabila blog ini tidak berkenan atau tidak sesuai dengan persepsi Anda silahkan membaca blog lain yang sesuai dengan persepsi Anda.
terima kasih
Saya sudah membaca semua komentar dan saya juga membaca jawaban Mas Hengky. disini saya berdiri netral….dan saya memberikan penilaian dari jawaban Mas Hengky kurang bijak dan muncul ke ego annya..utk terus mempertahankan keyakinannya….oke! namun pandangan serta pengalaman org lain juga perlu kita jadikan referensi utk selanjutnya dipelajari…dicari kebenarannya, karena yg diperbincangkan ini adl sosok Nabi yg di utus oleh Tuhan Peguasa Alam Semesta…..saya sangat kecewa dengan jawaban mas Hengky yang ada diatas spt :
Sekali lagi ini adalah pandangan dan keyakinan saya, orang lain bisa berbeda…..Maaf saya tidak melanjutkan pembicaraan ini, karena ketika kita berdiskusi pada tataran subjektif/persepsi kita tidak akan menemukan kesamaan. Persepsi anda tidak sama dengan saya, jadi apapun nanti yang akan saya kemukakan tidak akan sejalan dengan pemikiran mas. Bacalah isi blog ini, maka mas bisa melihat pemikiran saya. Jadi apabila blog ini tidak berkenan atau tidak sesuai dengan persepsi Anda silahkan membaca blog lain yang sesuai dengan persepsi Anda.
sepatutnya Mas Hengky perlu bersyukur dengan beragam komentar dan tanggapan yg masuk/ yg disampaikan sbg respon dr tulisan yg berjudul “Muhammad ” diatas tsb karena ? kian menjadikan Blog ini semakin berwarna penuh dgn wawasan dan pengalaman spiritual yg luar biasa !!!
Tinggal masing2 hati nurani kita lah yg berusaha mencari kebenaran dari alasan2 yg disampaikan para sahabat lainnya…
saya pribadi tingkatan ilmunya masih sangat rendah dan bodoh, cuma ada satu hal yg kini hingga nanti yg perlu dipelihara dalam hati sanubari ini…yaitu CINTA kepadaTuhan pencipta seluruh alam semesta ini..beserta seluruh ciptaannya….
Tuhan itu sangat dekat dalam diri kita kenapa kita masih sibuk mencari berbagai dalil….cobalah lihat kedalam baitullah kamu akan menemuakan jawaban semua itu….
Terima kasih tanggapannya mas Deus
Saya jadi teringat apa yang pernah ditulis oleh guru buddhis Thich nat hanh : Jika kita terperangkap dalam suatu gagasan dan menganggapnya sebagai “kebenaran”, kita kehilangan kesempatan untuk mengetahui kebenaran. Sekalipun kebenaran itu datang dalam bentuk apapun. Kita tetap tidak mau membuka pikiran. Jadi jika kita tetap berpegang teguh pada sebuah gagasan tentang kebenaran atau gagasan tentang keadaan yang diperlukan bagi kebahagiaan kita, berhati hatilah. Dunia kita menderita karena terlalu banyak sikap dogmatis. Kita harus melatih diri kita terbebas dari cara pandang tertentu, kebebasan adalah lepas dari konsep dan pikiran kita. Jika kita terperangkap dalam konsep dan pikiran kita, kita bisa membuat diri kita sendiri menderita dan kita juga bisa membuat orang orang yang kita kasihi menderita.
Jadi mengapa saya mengatakan untuk tidak melanjutkan diskusi, bukan karena ego saya yg berpegang teguh pada kebenaran saya, tetapi ketika kita menjelaskan gagasan tentang kebenaran masing2 pada tataran yang berbeda kita tidak akan menemukan titik temu sampai keduanya benar2 mengalaminya. Jadi saya menghargai mereka yang berbeda selama gagasan itu memberi kenyamanan dan membantu mereka, asalkan gagasan itu tidak dipaksakan pada orang lain. Karena kebenaran setiap masing2 orang pasti berbeda. Jadi segala tulisan yang ada di blog ini hanyalah cerminan dari apa yang saya rasakan dan anggap sebagai kebenaran saya. Masing2 orang bisa berbeda dan saya tidak ingin menilai konsep/gagasan orang lain
Bagi saya yang namanya kebenaran harus dialami, dan apa yang saya tulis di blog ini hanyalah pengalaman2 orang lain tentang kebenaran yang telah dituliskan baik itu sekedar pengalaman atau dengan pembuktian ilmu pengetahuan saat ini. Semua itu bukanlah konsep yang tetap tapi akan berubah sejalan dengan pengalaman2 yang ada dan perkembangan ilmu pengetahuan saat ini.
terima kasih
setelah saya amati, saya jd ingin bertanya, apakah agama yg dianut oleh mas henky? karena saya sbg muslim meyakini klo nabi Muhammad mendapatkan firman yg diturunkan Allah SWT melalui malaikat Jibril, BUKAN pikiran termulia dari nabi Muhammad.
Mas rendi, bagi saya agama hanyalah label bagi mereka2 yang membutuhkan pengakuan eksternal, sedangkan bagi saya yang paling penting adalah kualitas batin kita. Keyakinan adalah bersifat pribadi, hubungan kita dengan Diri kita yg lebih tinggi, Semesta, Tuhan atau kehidupan. Setiap orang bisa menterjemahkan hubungan ini dalam milyaran cara bahkan yg menganut agama yang sama bisa menterjemahkan dengan cara yang berbeda. Jadi kita tidak perlu menyatakan diri kita beragama apa, tapi paling penting adalah hubungan batin yang kita miliki dengan Tuhan dan kebaikan yang kita berikan pada sesama. Saya teringat pada perkataan Dalai Lama, “if I have to choose between religion and compassion, I will choose compassion” Jadi bila agama itu mengajarkan kebaikan, jalani itu, tapi jika ia meminta kita untuk membunuh, membeda-bedakan kaum atau mengklaim dirinya paling benar sehingga menyalahkan penganut agama yang lain maka jangan ikuti itu karena itu pasti bukan perintah Tuhan, tapi ego manusia yang mengatasnamakan Tuhan
terima kasih
Pernahkah kalian berpikir kenapa kita manusia yg menganut agama apapun yg ada disini, harus mengikuti aturan begini dan begitu. Ini yg yg baik dan itu yg tidak baik? Begini cara menyembah Tuhan yg benar, begini yg tidak benar.
Itu karena tingkat pemahaman spiritual kita masih kanak-kanak. Anak-anak perlu diberitahu tentang hal ini.
Ketika seseorang yg kita puja tidak dipuja(dianggap biasa saja) oleh orang lain, kanapa hatimu gelisah. Jadikan aja idola mu sebagai acuanmu. Ikuti idola mu, tanpa harus merasa sedih bila orang lain mengatakan sesuatu yg kurang enak mengenai idola mu.
Aku bisa memahami diskusi atau topik ini begitu berat bagi sebagian besar orang. Itu dikarenakan tingkat penerimaan seseorang berbeda dengan orang lain.
Tips dari saya:
Kalau kamu meyakini sesuatu, tetap pertahankan keyakinanmu. Karena memang masih disitulah tingkat keyakinanmu. Begitu juga dengan orang lain yg berbeda keyakinan denganmu. Jangn saling memaksakan, tetapi peluklah dengan erat milikmu, bila itu mewakili dirimu.
Tetapi jangan terkejut bila suatu hari keyakinanmu akan berubah. Karena tidak ada yg tetap. Kita selalu berubah.
Salam Cinta buat semua Pencari…
OMG ngelu ndasku iki rek
yang penting jalani hidup dengan ceria
kan aksi reaksi ada di tangan kita
logika spiritual emang penuuh sekali dengan iku liku………..
Baca ini sebagai perbandingan :
Mohammed, the Holy Prophet Speaks : Chanelling through Candace Frieze
http://birrusadhu2.blogspot.com/2010/06/hmm.html
Salam sayang untuk semua …
Terima kasih infonya mas
waduh, yg ini bau pop nya kuat banget
numpang komen ah…
kalo soal channeling/manggil jiwa yesus mah gw gak ngerti deh, ilmu gw blom sampe sono..
nah, terlepas apakah itu beneran yesus atau bukan, juga pernyataan yesus tentang nabi muhammad itu bener atau enggak, menurut gw ada ajakan positif dari tulisan di atas..
kayaknya tulisan macem gini kadang emang diperluin biar kita bisa mengkaji lebih dalem
dan memurnikan pemahaman kita tentang agama, di balik semua dogma-dogma dan simbol2 ritual…
gw bisa mahamin kalo ada beberapa kawan muslim yg rada “kecewa” sama tulisan di atas..
Dari kecil kita cuman diajarin satu versi kebenaran egois agama kita aja, itu satu2nya kebenaran yg kita kenal..
dan kalo ada yg ngejek kebenaran kita, rasanya pengen gebukin..
(gw dulu sering di ejek karna agama, rasanya pengen nampol, tapi gak brani hehehe..)
keluar dari dogma itu emang rasanya lumayan sakit, itu dulu gw rasain waktu dogma-dogma kristen gw berbenturan sama logika dan sains-sains modern..
tapi.. saat kita bisa lepas dari dogma, kita bisa lebih obyektif, dan malahan kita
bisa dapet pemahaman baru yg lebih dalem dan segar dari agama kita..
kita juga bisa nyebrang, nyontek-nyontek ilmu dari agama2 lain, kepercayaan lain, filsafat, sains..
dan dari smuanya, pasti ada sebuah keseragaman yang menunjuk ke “satu hal” yang sama..
apa itu???
tanyakan pada rumput yang bergoyang— ebiet g ade
menurut gw, islam itu emang indah..
islam banyak berpengaruh dalam perjalanan gw nyari hepinya hidup,
setidaknya islam yg gw kenal lewat jalaludin rumi dkk
so, setiap agama itu sbnernya jalan untuk ngelepas ego..
tapi sayangnya agama malah sering jadi bentuk ego baru yg amat kuat..
thanx banget buat bung hengky untuk blognya yg keren..
gw juga seneng disini bnyak temen2 yg seperjalanan
cahaya putih melewati prisma terbias warna wani..
salam damai
Saya mampir lagi setelah sekian lama, cuma untuk mengutip ini:
“cahaya putih melewati prisma terbias warna wani..”
indah sekali….
Seperti itulah juga yang saya pikirkan, semua berasal dari satu sumber; the source of all, yang mengajarkan kebenaran sejati yang universal…
Sementara itu warna-warni dalam pelangi hanyalah bias…
salam
ngawur-ngawur …….tahu diri siapa manusia siapa hamba siapa Allah