Artikel ini adalah bagian dari buku Journey of Souls yang berisi wawancara terhadap subjek terhipnotis mengenai kehidupan antar kehidupan. Dalam salah satu bagian penelitiannya Dr.Newton memfokuskan tentang fenomena roh tersesat/hantu berdasarkan wawancara dengan beberapa subjek terhipnotis tersebut. Ini adalah kesimpulannya :
Setelah kematian fisik di Bumi, ada banyak roh yang sedemikian terlukanya sehingga mereka terpisah dari roh-roh yang berpulang ke sebuah rumah keluarga spiritual. Dibandingkan dengan jumlah entitas yang berpulang, maka jumlah roh yang abnormal ini tidak begitu besar. Bagaimanapun, apa yang telah terjadi pada mereka di Bumi dipandang penting karena dampak besarnya pada roh terinkarnasi lainnya.
Ada dua jenis roh yang tersesat: roh yang tidak menerima kenyataan bahwa tubuh fisik mereka sudah mati sehingga mereka menentang kepulangan menuju alam roh dengan alasan penderitaan pribadi; dan roh yang telah menjadi lemah karena suatu abnomalitas kriminal selama berada dalam tubuh fisik. Pada contoh pertama, ketersesatan adalah pilihan roh itu sendiri, sementara pada kasus kedua, roh pembimbing spiritual dengan sengaja menjauhkan roh itu dari komunikasi lebih lanjut dengan entitas lain selama periode yang tidak ditentukan. Dalam kedua situasi itu, roh pembimbing dari roh roh ini memberikan pengaruh besar pada rehabilitasi mereka, tetapi karena kondisi antara tiap tiap jenis roh yang tersesat ini sangatlah berbeda maka diperlukan penanganan yang berbeda.
Jenis pertama inilah yang dinamakan hantu. Roh ini menolak untuk pulang setelah kematian fisik, dan seringkali menebar pengaruh pada orang lain yang ingin menuntaskan kehidupan fisik dengan tenteram. Roh yang tersesat ini terkadang disalahpahami sebagai “roh jahat” karena mereka dituduh merasuki pikiran orang dengan tujuan merusak. Topik sekitar roh negatif telah mendorong dilakukannya penyelidikan yang serius di bidan parapsikologi. Sayangnya bidang spiritualitas ini telah menarik unsur tak wajar dari roh roh yang diasosiasikan dengan kuasa gelap, yang akan mengambil manfaat dari emosi siapapun yang rohnya rapuh.
Roh yang tersesat adalah entitas yang belum dewasa, dengan persoalan yang belum tertuntaskan dalam sebuah kehidupan lampau di Bumi. Mereka belum tentu memiliki kekerabatan dengan orang hidup yang mereka ganggu. Ada benarnya bahwa sebagian orang dapat berperan sebagai penghantar yang cocok dan reseptif bagi roh negatif yang ingin meledak-ledakkan sifat suka menuruti emosinya. Itu berarti seseorang yang sedang berada dalam kondisi kesadaran meditatif dapat sewaktu-waktu menangkap berbagai pola sinyal yang mengganggu dari entitas tak terinkarnasi, yang sifat komunikasinya dapat riang atau agresif. Entitas yang resah ini bukan roh pembimbing. Sejatinya roh pembimbing adalah roh penyembuh yang tidak akan mengganggu orang hidup dan berbagai pesan yang tidak ramah.
Lebih sering dari pada tidak, roh yang resah ini terikat pada sebuah lokasi geografis tertentu. Para peneliti yang berspesialisasi dalam fenomena hantu menyatakan bahwa entitas yang tersesat ini terjebak dalam suatu daerah tak bertuan diantara tataran astral lebih rendah dari bumi dan alam roh. Dari hasil penelitian saya sendiri, saya tidak percaya bahwa roh-roh ini tersesat dalam suatu dimensi ruang dan bahwa mereka adalah roh jahat. Mereka memilih untuk tetap tinggal dalam tataran bumi setelah kematian fisik untuk sementara waktu, karena besarnya ketidak bahagiaan mereka. Menurut hemat saya mereka adalah roh roh yang terluka karena perilaku mereka menyiratkan kebingungan, keputusasaan dan bahkan keagresifan, hingga pada taraf mereka menolak kehadiran roh pembimbing. Entitas negatif yang tersesat ini dapat dihadapi dan diatasi dengan berbagai cara, agar mereka berhenti mengganggu makhluk hidup. Roh yang sedang merasuki seseorang dapat dibujuk untuk pergi dan, pada akhirnya, melakukan peralihan yang tepat guna memasuki alam roh.
Kalau memang alam roh itu “terorganisir” dengan roh pembimbing yang siap menyertai kita, bagaimana mungkin roh-roh yang tidak mampu melakukan penyesuaian diri ini, yang menyedot energi makhluk hidup, tetap diperkenankan untuk eksis? Salah satu penjelasannya adalah bahwa kita masih diberi kehendak bebas bahkan setelah kematian sehingga roh dapat memilih untuk tetap tinggal disekitar bumi. Penjelasan lainnya adalah bahwa karena kita telah begitu sering mengalami kepedihan yang luar biasa di jagad fisik, maka segala ketidakberaturan dan perubahan spiritual dalam suatu perjalanan normal harus pula diantisipasi. Selain itu hantu hanya menyalurkan satu bagian energi, dari rohnya yang resah, sementara energi sisanya telah kembali ke alam roh untuk melakukan penyatuan kembali. Ada kemungkinan bahwa roh tak terinkarnasi, roh yang tak bahagia, yang memerangkap dirinya sendiri adalah bagian dari suatu rancangan besar. Ketika roh-roh ini telah siap, mereka akan dibebaskan pada saat itu juga dari tataran astral bumi dan didampingi menuju tempat semestinya di alam roh.

Di bagian akhir tulisan di atas, ada kalimat menari:
“Ada kemungkinan bahwa roh tak terinkarnasi, roh yang tak bahagia, yang memerangkap dirinya sendiri adalah bagian dari suatu rancangan besar.”
Maksudnya ini, siapa yang merancang, dan tujuan akhir rancangannya itu apa, Bung Henky?
Apakah artinya, saat kiamat, roh-roh yang tersesat itu akan didampingi menuju tempat semestinya di alam roh?
Mas Kris,
Ini artinya adalah bagian dari pelajaran bagi roh/jiwa tersebut , karena pelajaran itu tidak hanya ada di alam fisik tetapi juga di alam roh. Banyak roh yang masih terperangkap akibat masih mengidentifikasi dirinya dengan alam fisik, kita sering menyebutnya sebagai hantu. Mereka ini merasa masih memiliki urusan yang belum selesai, jadi mereka ini belum ikhlas atau menyadari bahwa ini semua adalah pelajaran dan mereka harus belajar melepas kemelekatan mereka dengan kehidupan fisik.
Apabila mereka telah menyadari dan bisa melepaskan kemelekatan tersebut maka mereka akan didampingi menuju tempat semestinya di alam roh. Biasanya ada roh pembimbing yang akan membantu mereka. Jadi bukan saat kiamat mereka baru dibebaskan, karena saya percaya bahwa kiamat yang seperti digambarkan oleh agama2 itu sesungguhnya tidak ada, tapi kita semua bergerak dalam siklus termasuk alam semesta ini yang mengembang sejak dari big bang hingga masuk kembali kedalam black hole kemudian big bang kembali.
Alam semesta adalah abadi, energi yang tidak dapat dimusnahkan, hanya berubah bentuk seperti halnya kita sebagai manusia kemudian meninggal berubah menjadi roh dan nanti menjadi manusia lagi. Semua ini adalah energi/Tuhan, yang membagi energi/diriNya menjadi hal yang tak terhingga.
menarik sekali mas Henky tentang artikelnya, skarang ini saya sulit sekali mndapatkan buku Michael newton yg brjudul Journey of Souls dan Destiny Of Souls, mhon bantuannya mas henky kra2 dimana ya saya bsa dapetin buku tersebut.
Terima kasih
Buku ini memang sudah tidak diterbitkan lagi oleh BIP(Bhuwana Ilmu Populer) dan sangat sulit mencarinya. Saya pernah mencari di pasar buku2 bekas seperti di pasar senen atau blok m square tapi tidak menemukannya, mungkin karena mereka yang sudah memiliki buku ini tidak mau menjualnya.
hahahahaahahahahahahahaahhaahahhaa
dasar pemahaman org barat ini lucu sekali,, mereka pikir hantu adalah org yg sudah meninggal.. mereka belum tahu yg nama nya JIN.. ckckckck
mudah2an saudara2 dsini gk ada yg menganggap serius buku newton ini, walaupun baca, cukup buat hiburan saja..
Ada baiknya mas Rendi juga membaca buku Michael Newton ini, agar tidak sekedar percaya buta pada apa yang diberitahu oleh orang lain misalnya ttg jin, iblis dll. Karena sampai sekarang belum ada penelitian ilmiah atau studi kasus tentang jin atau iblis ini. Apa yang ditulis michael newton disini adalah hasil dari wawancara dengan orang2 yg di regresi hipnosis yang mampu mengingat kejadian di alam roh yang dialami dalam antar kehidupan. Jadi bukan karangan dari Newton sendiri.
Buku ini adalah kumpulan dari penelitian kehidupan setelah kematian berdasarkan metode Between lives regression terhadap 27 orang yang diambil secara acak dan diregresi ke antar kehidupan. Metode regresi bisa membuktikan bahwa kita telah hidup berulang kali(reinkarnasi) dan bisa mengetahui apa yang kita alami di antara kehidupan2 tersebut di alam roh. Buku ini melakukan studi tentang apa yang dialami di antara kehidupan tersebut hingga kita terlahir lagi di kehidupan ini.
Jadi cobalah membuka wawasan untuk melihat hasil2 penelitan atau pengalaman2 tentang alam roh agar kita tidak terjebak pada sekedar percaya apa yang dikatakan orang lain. Kita dikaruniai akal untuk bisa menganalisa dan menilai apakah yang kita percaya saat ini bisa terbukti kebenarannya ataukah hanya sekedar kisah2 yang diyakini banyak orang.
@Mas rendi, mnurut saya ini sangat ilmiah sekali, bisa jga tuh dijadiin referensi . . .