“Jika benar Yesus pernah tinggal di Himalaya dan makamnya berada di Kashmir, ini akan mengubah pandangan dunia. Yesus bukan monopoli dunia Barat tetapi ia pun ‘hidup’ di Timur sehingga ia menjadi universal. Cara pandang seperti ini tidak mengkotak-kotakkan manusia sehingga ‘abad’ baru pasti datang kepada kita semua,” demikian Jeff Saiz Phd. dalam film Jesus In Himalaya berkomentar.
“Walaupun saya tidak mendapatkan bukti otentik akan cerita itu tetapi minimal saya sudah menempuh jalur yang ditempuh oleh Saint Issa atau Yesus,” katanya lebih lanjut.
Mengawali perjalanannya dengan sebuah pertanyaan: “mengapa Yesus setelah disalibkan pergi ke India?” Kalau ia tidak mengenal India sebelumnya mungkinkah ia pergi ke sini? Kemungkinannya adalah ia pernah ke India dan kembali lagi ke sana.”
Cerita dibuka mengisahkan perjalanan Jeff mencari data mengenai kisah Yesus di Himalaya. Pertama ia bertemu dengan seorang professor di sana yang menceritakan makam Yesus di Kashmir, pada makam ini secara aneh ditemukan bahwa ada 2 bagian dari tutup makam, bagian atas makam menghadap Selatan-Utara yang berarti mengikuti tradisi baru di India sedangkan bagian bawah menghadap Barat-Timur yang berarti makam orang-orang kuno dari tradisi lama. Selanjutnya dalam makam itu juga ditemukan jejak telapak kaki yang menggambarkan luka seperti luka bekas salib, ini adalah luka yang dimiliki oleh Yesus. Makanya professor dan teamnya berkesimpulan inilah makam Yesus.

Kisah ke dua adalah adanya makam Santo Thomas di Madras/Chennai, ia adalah salah seorang rasul dari Yesus. Sehingga makin memperkuat bahwa Yesus memang pernah ada di India. Kemudian ia melanjutkan ke arah pegunungan Himalaya termasuk ke Biara Himis. Termasuk bertanya kepada peramal kepercayaan Dalai Lama dengan jawaban Issa (Saint Issa – rakyat setempat memanggil Yesus demikian) pernah berada di sana karena bukti pohon teh yang dibawanya dari India ada di sana. Melanjutkan pertanyaan ke beberapa penduduk, akhirnya di sekitar pegunungan di kaki Himalaya ia mendapatkan cerita rakyat yang cukup memuaskan yang menceritakan Yesus sempat berada di sana ketika ia berusia 13 – 29 tahunan karena ketika berumur 30 tahun Yesus sudah di Palestina kembali.
Hal yang menarik lainnya yang ditemui oleh Jeff adalah: Mala (Budha) atau Rosario, kalung yang dipergunakan untuk berdoa mempunyai jumlah butiran yang sama yaitu 108 butir, begitu pula dengan ritual dalam agama Kristen (seperti musik dan lonceng, serta mantra dan kidung) ternyata banyak kemiripan dengan tradisi Budha dan juga ajaran Yesus seperti Non Violence, Kasih, Sabar dan lain sebagainya sangat sesuai dengan ajaran Budha dan Hindu. Jika demikian sangatlah mungkin Yesus pernah belajar dari India dan pegunungan Himalaya.
Adalah Nikolas Notovich yang pertama kali menuliskan tentang hal ini. Secara kebetulan ketika ia berburu kakinya patah dan ia dibawa ke Himis (salah sebuah kuil/Vihara di pegunungan Himalaya) untuk dirawat. Para pendeta/bhiku di sana merawatnya dengan baik. Selama dalam perawatan itu hampir setiap hari ia membujuk untuk diperlihatkan lontar yang menceritakan tentang Issa di sana (sebelumnya ia pernah mendengar kisah ini), dan akhirnya permintaannya dikabulkan. Mulailah ia dibacakan satu demi satu helaian lontar oleh bhiku di sana dan diterjemahkan oleh seorang guide yang mendampinginya dan ia pun menyalin kata perkata yang diterjemahkan itu. Setelah sembuh ia pun pulang kembali ke negerinya dan menerbitkan buku tentang keberadaan Yesus di Himalaya. Menyamai perjalanan Notovich, Jeff pun pergi ke Himis tetapi sebelumnya ia bertanya kepada seorang pastur dari sebuah misionaris yang dengan tegas menolak pendapat bahwa selama tahun-tahun yang hilang Yesus ke Himalaya, dikatakannya Yesus tetap berada di Palestina. Tetapi ada sesuatu yang tidak dapat dipungkiri ketika visi missionaris pertama kali masuk daerah Himalaya, di sana ditemukan penduduknya telah mengenal ajaran yang dibawakan, para penduduk berkata: “di bawah pohon ini Issa pernah memberikan ajaran-ajarannya.”
Di Himis, Jeff bertanya pada para pendeta dan dijawab bahwa ada sebuah ruangan gelap dan rahasia tempat penyimpanan lontar-lontar dan kuncinya di bawa oleh seorang pendeta yang kedatangannya setiap 5 – 6 tahun sekali ke sana. Dan di salah sebuah kuil Jeff bertemu dengan seorang Amerika yang belajar meditasi di sana, ia menceritakan pengalamannya ketika ia bernyanyi di ‘suatu’ tempat tiba-tiba ada seorang pendeta kecil yang membawanya ke sebuah ruangan dan di dalamnya ia menyaksikan lontar dimaksud. Tetapi keesokan harinya ketika ia mencari pendeta kecil itu tidak ditemukannya (di sana banyak sekali pendeta), namun ada ‘sesuatu’ yang dirasakannya. Ketika ia ‘bernyanyi’ di tempat itu, seolah batinnya mengatakan “Yesus pernah berada di sini,” dan energinya sangat kuat.
Film yang ditutup dengan perkataan walaupun tidak menemukan bukti otentik namun tersimpan rasa puas dalam diri Jeff. Sambil tetap mengusung ide bahwa jika bukti ini ditemukan maka ini akan merubah sejarah dunia dan kita akan semakin universal.
*
Pada masa Nikolas Notovich menulis kisah Yesus di Himalaya, ribuan bukunya langsung dibakar. Tetapi kisahnya bukanlah yang pertama dan terakhir, jauh setelah ia melihat lontar tersebut seorang India Abedanath dari Calcuta pun menulis hal yang sama di tahun 1950an. Bersumber dari lontar yang sama di kuil yang sama yaitu Himis dan masih banyak juga orang yang melihatnya. Buku yang ditulis Abedanath menjadi Best Seller saat itu.
Kemudian di tahun 1980an terungkap fragmen Laut mati yaitu Gospel of Thomas yang dikoleksi oleh seorang kolektor langka. Barulah terungkap gereja dan makam Saint Thomas di Madras/Chennai berikut Injilnya yang mengatakan bahwa Thomas adalah saudara kandung Yesus. Sebenarnya Injil pun mengungkapkan reinkarnasi hanya saja di tahun 300-an dihapus oleh seorang Raja dari Konstantinopel hanya karena ia bertanya apakah kalau ia mati dapat saja lahir kembali sebagai binatang. Dan dijawab: “ya.” Egonya tersinggung sehingga ia menghapus ayat dalam Injil tersebut, di sini sekali lagi kita melihat bahwa politisasi telah memasuki kehidupan beragama sehingga ajaran-ajaran dapat saja dibelokkan demi kepentingan pribadi. Paham reinkarnasi sebenarnya sudah lama diturunkan sejak nabi Ibrahim dengan kelompok Hazid yang kemudian berkembang menjadi Kabala. Yesus meneruskan tradisi ini.
Untuk melihat video dokumentasi yang dibuat oleh discovery channel mengenai hal tersebut bisa mengakses ke
jika berita ini sudah terpublikasi ke dunia,ada kemungkinan akan terjadi perang saudara antara dunia bagian barat & timur.
Sudah dapat dipastikan negara barat dimana yesus dilahirkan,akan memungkiri cerita tersebut. Saya sudah melihat film dokumentasi tersebut,dan soal rosario dan tasbih yg umat Buddha punya memang sangat mirip dan jumlahnyapun sama..
sebenarnya hal tersebut saya rasa benar adanya, dan seharusnya umat christiani percaya,tetapi dikarenakan ajaran2 dan kotbah” dari pemuka agama yg telah menelan teori ttg yesus mentah2,hanya berpatokan dengan alkitab/injil itulha..mereka termakan asumsi2 yg tak disaring,menganggap pastur/pendeta sbg org suci dan kotbah mreka tak pernah mlenceng dari kitab suci mereka.
Mereka tidak akan pernah mau membuka mata mereka utk mengetahui kebenaran yg sebenarnya terjadi..
karena saya sudah pernah melihat suatu blog yg jg membahas tentang cerita ini (blog tersebut berbau agama) mereka benar2 merasa jengkel denga cerita tersebut,tidak menerima pernyataan si Jeff itu..mereka malah berkomentar bahwa si Jeff itu seorang kafir..
thanks atas cerita ini, semoga bisa selalu update dengan cerita2 sejarah yg blum pernah terungkapkan..
Banyak yg pro dan kontra dari film atau cerita ini.Tapi yang jelas sejarah mungkin bs dikebiri,tapi kebenaran akan tetap bercahaya sebening kristal.meski saint issa,nabi isa atau yesus pernah ke india,emang kenapa?toh namanya tetap akan besar,harum,bahkan dengan bukti2 tersebut,jelas bahwa yesus mengajarkan nilai2 universal,sangat spiritual.
Berbeda dengan pemimpin agama2 saat ini yang memahami Tuhan hanya sebatas agama…alias text book no experience.
Agama dan spiritualitas adalah sesuatu yang berbeda.
setahu saya,semua pemimpin spiritual atau pendiri agama besar di dunia,adalah manusia2 yang berjiwa spiritual bukan agamis.
Jika Anda yg tidak sepaham dengan cerita diatas,itu hak Anda.tapi cobalah untuk bertoleransi dan berapresiasi terhadap penemuan2 baru.Apakah dengan begitu,Anda kuatir IMAN Anda terpengaruh& tercabik-cabik dengan teori baru…..?
Thank tu ceritanya…….semoga ALLAH SWT mengungkapkan hal2 yg belum terungkap,Amin.
Sejak kecil dan terutama masa kuliah saya membaca dan mempelajari ecara otodidak hampir seluruh agama2 diluar yang saya anut sejak kecil bahkan mencoba membaca teks-teks kitab sucinya juga.
Waktu itu mengapa ya saya berkesimpulan secara intuitif bahwa Yesus adalah reinkarnasi dari Budha Gautama.
Mohon maaf jika kurang berkenan…sudah lama saya tidak mengingat2 intuitif saya 20 tahun yang lalu..tapi tiba2 muncul kembali ketika membaca artikel ini.
Salam Untuk Semua.
PS
Avatara, Messiah, Nabi, adalah sama. memiliki tugas yang sama, dan mungkin sekali adalah JIWA yang sama.
tidak akan ada yang lain yang bisa menyatukan begitu banyaknya manusia menjadi umat-umatNya dan manusia biasa mungkin bisa menjadi ahli dalam kitab suci, mengetahui kebenaran, mengajarkan kebenaran, tetapi pastilah tidak sesempurna itu.
kalau kita lihat diluar konteks agamanya semua nabi, avatara dan yang lainnya mengajarkan hal yang sama!
hanya beda tempat dan beda kisahnya
Saya sangat setuju dengan “I ARE U”. Tokoh yang besar pasti membawa dampak baik scr meluas. Para Nabi mengajarkan ajaran KEBENARAN dan KEADILAN, tidak ada di dalam dunia yang dapat menentang hal itu, karena itu adalah sifat-sifat Allah. Dan Allah dapat menggunakan siapa saja di dunia ini untuk mengajar dan mendidik manusia. Harap diperhatikan bahwa, agama dari keturunan Ras SEMIT, Yahudi, Nasrani dan Islam, tidak menganut paham REIKARNASI.
Penyebaran agama Nasrani mula2 memang meluas, tidak cuman sampai ke India, melainkan sampai ke Nusantara. Telah diketemukan pemukiman israel di pulau sumatra yang merujuk ke abad ke III Masehi. Bukti-bukti ini diserahkan oleh para pimpinan VOC ke Paus, dan sekarang disimpan di Basilika Santo Petrus. Salah satu bukti peninggalannya adalah perkamen-perkamen alkitab, perlengkapan perjamuan kudus yang terbuat dari logam dan gerabah. Bahkan jika tidak salah, di kompas bbrp bulan lalu, diberitakan juga diketemukan makam tua, dengan nisan bertuliskan arab gundul dengan ornamen salib.
Hal ini membuktikan, bahwa AGAMA dan BUDAYA adalah dua hal yang berbeda. Mereka saling mempengaruhi, dan dapat berasimilasi dan akulturasi. Peradaban itu dapat menghilang karena gejolak politik dunia sekitarnya. Sebagai contoh peradaban Hindu, Budha dan Nasrasi tua menghilang dari Nusantara, dan tergantikan dengan budaya Islam dan Nasrasi Eropa (Modern).
Setahu saya dari pembacaan beberapa buku sejarah dan teologi, memang menjadi teka-teki silang, dimana JEsus berada di saat:
- sejak dia lahir hingga usia 12 tahun hingga tercatat dialog di Bait Allah
- usia 12 – 30 tahun
Jesus hidup berpindah-pindah, hingga akhirnya di saat ia berumur 30 tahun, ia memunculkan diri di sungai Jordan dan memulai pengajarannya. Kemana saja perjalanan Jesus di saat2 menjadi RAHASIA ALLAH.
Jika ingin merujuk pada sejarah, lebih baik membaca buku-buku literatur dari luar negeri. Dimana sudah terjamin kualitas akademis dan dapat dipertanggungjawabkan. Bukan dari film atau asumsi umum, karena ini amat berbahaya dan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.
ya memang, kalau kita lihat Jesus dan Buddha mereka adalah guru2 dengan tingkat kesadaran yang sangat tinggi, yang memahami ilusi kehidupan ini. Memang kita bisa melihat keterkaitan keduanya, bahkan kalau artikel tersebut benar terbukti maka secara tidak langsung Jesus sebenarnya melanjutkan ajaran Buddha.
Memang kalau dilihat inti ajaran2 Jesus sangat mirip dengan inti dari ajaran Buddha, mereka adalah yang memilih cinta dalam setiap tindakan, bahkan saat mereka dibunuh. Mereka tetap mencintai orang yang membunuhnya. Mereka telah memahami ilusi kehidupan ini.
Tapi memang sulit membuktikan bahwa Jesus adalah reinkarnasi dari Buddha, tapi pada intinya mereka mengajarkan hal yang sama kepada seluruh umat manusia, yaitu kasih yang tak bersyarat.
SECARA LOGIKA FILM INI TIDAKBENAR DAN TIDAK LOGIS. KENAPA?
YESUS YANG DIKENAL OLEH UMAT KRISTIANI DAN OLEH ORANG YAHUDI ADALAH YESHUA ATAU YESUS.
SEDANGKAN NAMA ‘ISA’ ADALAH PEMBERIAN OLEH SEORANG YANG BERNAMA MUHAMMAD YANG SEMASA HIDUPNYA PERNAH BERGAUL DENGAN ORANG YAHUDI DI TANAH ARAB, NAMUN KARENA KURANG PENGETAHUAN YANG DIMILIKINYA SEHINGA DIA MEMBERI NAMA YESUS ATAU YESHUA MENJADI ‘ISA’.
JADI BAGAIMANA MUNGKIN NAMA ‘ISA’ ITU BISA MUNCUL SEBELUM MUHAMMAD ????????
JADI MARILAH KITA INTROPEKSI DIRI KITA MASING-MASING,JANGAN MENGURUSI IMAN ORANG LAIN, URUSLAH IMAN KITA SENDIRI, SEHINGGA NANTI PADA WAKTUNYA KITA MENGHADAP SANG KHALIK KITA SUDAH SIAP. SETUJU??!
Ketahuan oon’nya……Kasian
Maaf kalau mungkin kita melihat sejarah, nama Issa bukanlah baru muncul setelah Nabi muhammad tetapi nama itu sudah ada dalam dokumentasi2 tentang Jesus di persia dan India jauh sebelum Nabi Muhammad lahir. Yesus yang namanya dalam bahasa Aram adalah Jesu, Yuzu dalam bahasa Urdu, dan Issa dalam bahasa Persia. Jadi nama Issa bukanlah belakangan muncul/pertama disebut oleh Nabi Muhammad.
Ada sebuah buku, yang baru saja diterbitkan, yang bisa memperluas pemahaman kita tentang Jesus/Saint Issa judulnya Issa:The Greatest Story never Told. http://www.issa-thegreateststorynevertold.com/
Terima kasih
Saya orang kristiani, saya pernah mendengar n sedikit membaca ttg cerita ttg Yesus pergi ke India. Tapi di blog ini saya mendapat cerita yg sedikit lebih lengkap.
Dari pandangan pribadi saya sebangai orang kristiani saya merasakan bahwa memang ajaran yesus (kristen) tentang cinta kasih hampir sama dengan ajaran budha, dan pernah terbersit dalam pikiran saya andaikan saya harus pindah agama mungkin saya akan pindah ke agama Budha.
Dari beberapa buku yg saya baca saya semakin menyadari bahwa setiap agama ada kemungkinan terdistorsi oleh pengikut2 setelah si pembuat agama itu tidak ada, ada banyak kepentingan di sana. Kalau kita mau jujur ada banyak borok yg disimpan dalam setiap agama dan semua pengikutnya mati2an untuk menutup borok itu dan mengganggap agama dan kitab suci mereka paling baik dan agama orang lainlah yg penuh borok. Hal itulah yg kadang membuat saya muak dengan agama.
Pertama kali saya membaca cerita ttg Yesus saya sedikit kecewa krn dalam pikiran saya kenapa Yesus tidak sesuai dengan apa yg ada dalam pikiran saya waktu saya kecil. Tapi semakin lama saya sadar bahwa kadar keimanan setiap orang itu berbeda dan bertumbuh, bukan hak kita untuk menilai perbedaan itu dgn mengatakan bahwa saya atau mereka yg labih benar. saya tidak akan menyalahkan ibu saya yg mungkin akan pingsan dan mengutuk saya kalau saya ceritakan bahwa ada cerita bahwa Yesus menikah. Dan ibu saya juga tidak bisa mengatakan saya penuh dosa kalau saya percaya Yesus pergi ke India atau saya bilang saya malas ke Gereja.
Jadi seperti apapun versi Yesus sebagai pribadi tak akan mempaengaruhi iman saya, karena menurut saya Tuhan tidak pernah berhenti pada titik, Tuhan adalah tanda tanya besar, kitalah sendirilah yg harus menjawab tanda tanya Tuhan itu … kita bebas untuk mengisinya dan Tuhan bersembunyi dalam hati bersih kita yg akan menjawab apakah jawaban itu benar atau salah.
*maaf klo tulisan saya tidak berkenan, just share aja …
Terima kasih sharingnya mbak luci,
Saya adalah orang yang sangat mengagumi Yesus dan Buddha meskipun saya dibesarkan di keluarga Islam, karena saya melihat kedua guru ini adalah contoh hidup tentang kesadaran kesatuan dari Keseluruhan. Cinta dan kasih. Ajaran mereka sesungguhnya sangat sederhana, ‘menyadari kesatuan kita semuanya dengan Sang Pencipta’ sehingga apapun yang kita lakukan pada orang lain, sama seperti kita melakukan pada diri sendiri. Agama Islam juga pada intinya mengajarkan hal tersebut dimana dikatakan bahwa Tuhan itu lebih dekat daripada urat leher kita. Itu semua menggambarkan Kesatuan kita dengan Keseluruhannya. Tetapi karena pemahaman manusia yang dengan pikirannya menafsirkan hal yang mungkin sangat sulit ditafsirkan atau dibayangkan pada saat itu menjadikan ajaran2 tersebut ditafsirkan secara berbeda sehingga berbeda jauh dari ajaran sebenarnya.
Saat ini kesadaran Yesus telah muncul di banyak tempat, melaui banyak medium kita bisa mendengar pesan pesan asli dari Yesus, disini kita bisa melihat inti ajaran Yesus yang sesungguhnya sangat luhur dan sederhana yang kemudian dibuat rumit oleh gereja2 sesudahnya dengan berbagai sakramen dan aturan2 yang mengikat. Sangat dibutuhkan keterbukaan untuk memahami ini, meskipun bagi kebanyakan orang sangat sulit karena konsep yang sudah tertanam pada diri masing2.
Setiap orang bergerak dengan tingkat kesadarannya masing masing, kita tidak bisa memaksakan atau menilai kesadaran yang lain sebagai salah atau keliru, semua akan ada waktunya masing2, dan kita semua akan mencapai tujuan yang sama. Ada skenario alam semesta yang mengatur ini semua, jadi kita masing2 akan bergerak meningkatkan kesadaran masing2, apapun yang kita capai saat ini adalah yang terbaik yang kita bisa lakukan saat ini.
Terima kasih
Ulasan yg bagus, tapi pertanyaannya seandainya, Yesus itu manusia biasa, bagaimana, bisa, sampai saat ini setelah 2000 tahun disalib, wafat dan bangkit,,,, banyak orang yg dijamah, dan berubah 180 derajat,,,oleh Yesus ini, baik penampakan, mimpi, maupun, pengalaman spiritual yg nyata,,,,
Ibu saya juga mengalaminya, di dlam doa umat katolik ada doa, selama setahun, doa itu harus dilakukan ditempat, dan jam yg sama selama 1 tahun penuh, tidak boleh absen satu hari pun,,,,ada janji-2 didlam doa, tersebut seandainya doa itu sudah selesai, dan dilakukan secara khusuk,,,salah satu janjinya 40 hari sebelum dipanggil Tuhan ( meninggal ), akan bertemu dg Yesus dan Bunda Maria,,,,dan itu terbukti sebelum meninggal ibu saya bermimpi bertemu Yesus dg memakai jubah warna ungu yg keindahana warna ungunya tidak pernah ditemui didunia ini, dan ia meninggal bertepatan dg Rabu abu ( awal paskah ), Idul Fitri hari ke 2 , dan imlek,,,,
Masih banyak kisah-kisah kesaksian yg lain,di media-media,TV, dan itu nyata menjadikan mereka manusia baru yg lebih baik dan lebih berarti di dunia ini
Apa ada yg bisa memberikan pencerahan?????
Terima Kasih
Terima kasih mas Deki,
Roh Yesus akan selalu ada dan selamanya ada karena setiap roh adalah abadi. Disini memang harus dibedakan dengan fisik Yesus yang hadir 2000 tahun yang lalu. Roh kita juga akan selalu ada selamanya, karena roh kita dan roh Ilahi sesungguhnya adalah Satu, seperti yang ditunjukkan Yesus, Aku dan Bapa adalah Satu.
Yesus hadir secara fisik pada kita 2000 tahun yang lalu adalah untuk menunjukkan kepada manusia apa yang sesungguhnya bisa dilakukan oleh setiap manusia apabila mereka menyadari kesatuannya dengan Tuhan dan bisa lepas dari pola pikir mereka yang sempit dan menyadari kelimpahan yang dimilikinya. Ia menunjukkan pada kita apa yang sesungguhnya bisa dilakukan oleh manusia, seperti penyembuhan, mukjijat, dll.
Sedangkan Roh Yesus adalah roh pembimbing bagi semua manusia yang mengagumi beliau. Beliau akan hadir pada siapa saja yang memanggil atas namaNya, dan membimbing kita untuk menyadari bahwa roh Yesus itu ada dalam diri setiap kita. Dalam studi mengenai pengalaman mati suri(NDE) banyak yang mendapatkan pengalaman bertemu dengan roh Yesus, terutama mereka yang mengagumi atau sebagian besar adalah penganut Kristen yang taat. Kebanyakan NDE melaporkan adanya pertemuan dengan tokoh yang dikagumi, atau keluarga dekat yang sangat dihormati, ini bertujuan untuk memberi ketenangan pada mereka pada masa transisi yaitu perubahan dari alam fisik ke alam roh.
Ini adalah kutipan dari artikel berdasarkan study NDE terhadap beberapa pasien dari Ellen A. Morgensten :
“Setelah keluar dari tubuh fisik, sebagian besar kita akan mengetahui bahwa ada sesuatu yang “tidak biasa” dan mereka akan “menjelajahi sekitar” mencoba untuk “menyadari” apa yang terjadi kepada mereka. Sering rasa ini adalah kebingungan dan keputusasaan yang membutuhkan panduan untuk memberitahu keberadaan mereka. Panduan ini biasanya akan muncul dalam bentuk salah satu orang yang menjadi simbol dari agama yang dianutnya (mis. Kristen melihat Yesus dan Islam melihat Nabi Mohammad, dll). Pemandu tersebut muncul untuk memberi kenyamanan dan keyakinan bahwa semua akan baik baik saja dan membimbing mereka dalam mewujudkan “keseriusan” dari situasi mereka.”
Jadi seperti itulah penjelasan menurut pemahaman saya yang saya baca dari banyak literatur dan studi tentang NDE, yang mungkin bisa menjelaskan tentang munculnya roh Yesus pada kita yang mengagumi beliau dan selalu berdoa kepada beliau.
terima kasih
Terima kasih Mas Deki atas ulasannya.
Menurut saya pribadi, semua doa yang dipanjatkan (agama apa pun juga itu) mempunyai kekuatan yang dapat menimbulkan efek positif bagi pelakunya.
Tidak dapat dipungkiri Yesus sendiri merupakan sosok yang luar biasa dan memiliki keajaiban tersendiri, sehingga tidaklah mengherankan jika siapa saja yang berdoa kepadaNya mendapatkan manfaat yang luar biasa.
Hanya saja, keberhasilan doa tersebut tidak berarti bahwa sejarah yang selama ini berkembang tidak mengalami distorsi yang lumayan menimbulkan perdebatan dan perselisihan dikarenakan sikap dan cara pandang pemimpin agama Kristen. Jelas seperti yang diungkapkan dalam video Jesus in the Himalayas, Pastor Morovian menolak pernyataan bahwa Yesus pernah datang ke India dan belajar Buddhisme dengan menyatakan bahwa dalam Hemis Monastery tidak pernah ada orang Rusia yang bernama Notovich datang ke sana. Jef merasa bahwa ada tekanan politik dan konflik kepentingan yang menyebabkan manuscript tersebut dinyatakan hilang atau bahkan tidak pernah exist. KedatanganNya telah berlangsung 2000 tahun lalu, bukan waktu yang singkat, sehingga ada kemungkinan bukti-bukti kedatanganNya telah hilang dimakan waktu. Belum lagi ada begitu banyak orang yang berpikir bahwa lebih baik manuscript tersebut dihilangkan agar doktrin yang selama ini telah disebarluaskan tidak mengalami shock atas kenyataan yang sebenarnya.
pada masa kelahiran-nya Yesus dan keluarga-nya pergi ke Mesir (umur Yesus dibawah 12 tahun) diumur 12 tahun dia sudah banyak mengajar orang, diumur 13 thn s/d 29 thn memang ada misink link, dimana keberadaan Yesus. Terlepas Yesus pergi ke Himalaya/India atau tidak. itu tidak menjadi masalah buat Iman Kristiani….tapi satu hal yang harus diketahui Yesus mati disalib dimakamkan selama 3 hari , dan Bangkit kembali, 40 hari kemudian Naik Kesurga. dan suatu saat akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan mati dan dia tetap Tuhan kami…karena dia adalah Firman Allah/Sabda Allah (Allah dan Firman-nya tidak dapat dipisah) dia 100% manusia dan 100% Allah. Santo Thomas Ke India sekitar tahun 30 setelah masehi dia berkarya ditengah-2 orang-2 India dan dari sana ajaran tentang Yesus terus berkembang sampai daerah China, mongolia, asia tengah.
benar2 luar biasa, pemahaman yg keliru yg sy telan dulu trnyata byk yg keliru.
menurut saya, agama tercipta, karena perjalanan waktu melalui sejarah yang panjang, bagaimana ajaran agama diantarkan melalui bahasa dan kebudayaan dari tiap2 daerah. Ketika penyebaran agama terjadi mungkin terjadi missing information, sehingga membuat terciptanya perbedaan agama, Menurut saya ajaran tiap agama itu sama, lihatlah kitab suci org muslim dan Kristiani yang hampir sama, dan kehadiran umat Budha di kitab suci pun juga ada. 3 org majus dari Timur–> Org dari Timur(China, India). Jadi lihat keimanan kita terhadap Tuhan atau Budha atau Yessus atau Allah atau Nabi atau apa pun juga. Ingatlah bahwa semua itu ingin mengantarkan ajarannya. Yaitu ajaran kebaikan. Oleh karena itu, dengan adanya perbedaan agama, kita harus tahu bahwa ajarannya tetap sama. Kecuali agama2 yg diselewengkan oleh oknum tertentu. Pelan2 kita akan tahu semua melalui sejarah. Bisa saja penelitian sejarah benar dan salah. Karena kita tidak akan tahu secara pasti apa yang sudah terjadi di masa lampau, karena kita tidak pernah mengalami kejadian sejarah tersebut. Yang terpenting, kita harus tahu bahwa kembali ajaran tentang kebaikan itu yang perlu kita iman’i bersama. Jadi apa pun agama kita, jangan sampai terjadi perang saudara antara barat atau timur, antar ras. Karena iman yg kita pegang adalah ajarannya. Yesus atau Budha atau Allah adalah sosok Tuhan kita bersama. Masing2 agama meberikan cerita masing2 untuk meneladaninya. Thanks (Think Smart and positive)
Betul sekali mas, kita kembali ke inti ajaran semua pembawa pesan tersebut yaitu kebaikan. Jadi apapun agama kita, gunakan semua pesan kebaikan yang ada disitu dan apabila ada pesan2 yg tidak sesuai dengan hati nurani, kemanusiaan, kesetaraan dan nilai2 kebaikan maka jangan gunakan pesan itu meskipun pesan itu disebarluaskan orang bahwa pesan itu dari Tuhan. Seperti pernah dikatakan oleh Buddha:
“Jangan percayai apapun, hanya karena Anda telah diberitahu, atau karena tradisi, atau karena kamu sendiri telah membayangkannya. Jangan percayai apapun yang guru Anda katakan hanya untuk menghormati guru tersebut. Tapi apa pun itu, setelah melalui pemeriksaan yang mendalam dan analisis, Anda kemudian menemukan pesan yang kondusif untuk kebaikan, manfaat, dan kesejahteraan semua makhluk – percayai pesan itu dan berpegang kepadanya, dan anggaplah sebagai panduan Anda. “
diri sejati yg adalah roh kita…
http://www.bukabuku.com/browse/bookdetail/71251/di-balik-tubuh-yang-sementara-ini-diri-sejati.html
jelaskan pendapatmu mengenai pernyataan Jeff ” Fundamentalis yang berkeras mengkotak-kotakkan manusia dengan agama” ?
Terima kasih atas sharingnya. Bagi saya, informasi-informasi ‘tambahan’ mengenai Yesus justru makin menguatkan keyakinan saya akan ajaran-ajaran Beliau yang begitu universal: unconditional love. Terkadang sedih juga jika ada saudara atau teman yang begitu ngotot mempertahankan dogma dan ritual, dan mengabaikan intisari terdalam dari kisah kehidupan Yesus (dan juga para Guru dan Nabi lainnya).
Saya Nasrani. Dan saya tidak kaget atau berkurang kepercayaan saya pada Yesus karena masalah ini. Justru bertambah salut dan kagum. Ini bukan aib yg perlu dirahasiakan. Ini perjalanan dari anak manusia menuju keallahannya. Ini yg sebaiknya ditiru oleh manusia. Jika kita hanya tahu Yesus yg sudah mencapai keallahannya, maka kita akan kesulitan menapak tilas/meniru/mengikuti-Nya.
Menurut saya agama (ajaran) yang “good” adalah ajaran (agama) yang di dalamnya tidak ada ajaran yang mengajarkan “that” agama (ajaran) selain dia adalah yang “right”. Agama yang “good” adalah agama (ajaran) yg menganggap semua insan manusia adalah sama. Agama Universal.